PendidikanPonorogo

Dilema Sekolah Pilihan Kedua, Grafik Penerimaan Siswa Baru Tak Bergerak Seharian

PONOROGO – Penerapan sistem zonasi secara penuh pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) benar-benar membuat sensi. Sekolah menjadi tidak leluasa dan cemas dalam mencukupi kebutuhan pagu.

Kekhawatiran itu menyelimuti sekolah di wilayah kota. Seperti di SMAN 3 yang dijadikan pilihan kedua, setelah SMAN 2. Jarak kedua sekolah memang terbilang dekat dan masih berada dalam radius satu kecamatan. Dibandingkan saat belum menerapkan zonasi, SMAN 3 tidak begitu sulit memenuhi pagu 340 siswa. ‘’Sistem zonasi ini memang sesuatu yang baru. Sebenarnya butuh waktu untuk bisa menerapkannya secara maksimal,’’ kata Kepala SMAN 3 Sugiyanto, Rabu (19/6).

Hingga kemarin, Sugiyanto masih harap-harap cemas pagu di sekolahnya dapat terpenuhi. Hingga kemarin siang, baru 267 siswa yang mendaftar. Grafik perolehan siswa baru itu tidak berubah sejak Selasa (18/6). Pun, belum pasti juga, 267 siswa itu menetapkan pilihan pertamanya pada SMAN 3. Bisa saja, mereka menetapkan sekolah lain sebagai pilihan pertama dan diterima di sekolah tersebut lantaran lebih dekat. ‘’Kami belum bisa memastikan berapa banyak yang menjadikan sekolah kami pilihan pertama,’’ terangnya.

Namun begitu, tetap ada sisi positif yang ditangkap Sugiyanto. Pertama, pemerataan dari segi prestasi. Siswa-siswa berbakat baik di bidang akademik maupun non akademik tidak lagi terkumpul dalam satu sekolah yang sama. Kedua, adanya sisi keadilan. Idealnya siswa yang lebih dekat dengan sekolah dapat diterima. Namun, dampak positif itu tak bisa bisa dirasakan secara instan. ‘’Minimal perlu waktu tiga tahun untuk melihat tolak ukur keberhasilan zonasi ini,’’ sebut Sugiyanto. (naz/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close