Dilema, Perilaku Pedagang Buang Sampah Masih Jelek

27

MEJAYAN – Revitalisasi pasar terancam tak bermanfaat. Ini apabila perilaku pedagang dalam membuang sampah jelek. ’’Setiap tahun kami selalu anggarkan, termasuk mengimbau agar para pedagang pasar bersih-bersih,’’ kata Plt Kabid Pasar Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakop–UM) Agus Suyudi.

Namun, masih banyak pedagang yang tidak peduli. Akibatnya, drainase mampet gara-gara sampah. ’’Percuma direvitalisasi kalau ujung-ujungnya rusak lagi,’’ ujarnya.

Ini beda dengan pasar di daerah lain yang dikelola pihak swasta. Para pedagang yang menggunakan pasar pasti lebih tertib. Mereka tidak akan berani untuk merusak fasilitas yang sudah tersedia. Berbeda dengan beberapa pasar yang dikelola oleh pemerintah. Sudah jelas bahwa permasalahan seperti ini yang akan banyak dihadapi. ’’Tapi, kita akan tetap imbau para pedagang untuk menjaga fasilitas, karena jumlah petugas kebersihan tiap pasar tidak banyak,’’ ungkapnya.

Di Pasar Sayur Caruban sendiri ada dua.  Begitu juga Pasar Besar Mejayan, jumlahnya tak jauh dari itu. Sehingga, jika sampah ada di bedak, los, atau kios, maka pedaganglah yang harus bertanggung jawab. Petugas kebersihan akan kesulitan menjangkau tempat berdagang mereka. ’’Kalau ditaruh di depan bedak kan bisa sebenarnya mereka yang bersihkan,’’ katanya.

Agus mengungkapkan bahwa pihaknya masih kesulitan untuk mengubah mindset para pedagang untuk lebih peduli. Pun disperdakop-UM tak bisa berbuat lebih karena yang bersinggungan langsung dengan pasar adalah para pedagang sendiri. Mereka yang seharusnya bisa menjaga lingkungan pasar. Tidak sekadar memakai fasilitas dan menyalahkan petugas bila ada permasalahan. ‘’Karena revitalisasi dilakukan tiap tahun dan rusak karena ulah pedagang yang tidak bertanggung jawab,’’ ucap Agus. (fat/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here