Dilecehkan Oknum Puskesmas, Puluhan Awak Media Datangi Dinkes

164

PACITAN – Puluhan wartawan di Pacitan menggelar aksi damai di depan dinas kesehatan (dinkes) setempat kemarin. Itu setelah salah seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) dinkes diduga melecehkan profesi wartawan. ‘’Aksi solidaritas ini bermula dari perkataan oknum ASN dinkes yang tidak patut,’’ kata Danur Sumbo, koordinator aksi.

Pelecehan itu terjadi saat Sekcam Pacitan Bagus Nurcahyadi Saputro  mendatangi Puskemas Tanjungsari bersama sejumlah wartawan, Senin (4/2). Saat itu Bagus ngamuk lantaran dituding tidak peduli wabah demam berdarah dengue (DBD). Pihak puskesmas tidak terima Bagus membawa wartawan. ‘’Katanya tidak layak ada wartawan. Itu tidak etis,’’ sergahnya.

Menurut Danur, sebagai ASN, oknum pegawai puskesmas tersebut seharusnya  mengerti tata pemerintahan. Untuk itu, sekitar 25 massa itu meminta klarifikasi atas ucapan pegawai Puskesmas Tanjungsari tersebut. Selain itu, Danur tak ingin kejadian serupa terulang. Harapannya, ASN lain bekerja maksimal dan terbuka dengan wartawan. ‘’Kami sebagai awak media seharusnya dijadikan mitra. Posisi kami setara dengan eksekutif, legislatif, dan yudikatif,’’ urainya.

Kepala UPT Puskesmas Tanjungsari Suprapti sempat tidak tahu ada perkataan yang dianggap melecehkan wartawan. Kata-kata tersebut baru diketahui setelah menyaksikan tayangan dokumentasi liputan di YouTube. Dia pun mengaku tidak beriktikad melecehkan wartawan. Menurut dia, kata-kata tersebut terlontar spontan akibat ketegangan antara pihaknya dan sekcam Pacitan. ‘’Waktu itu bapak ibu wartawan yang di lokasi tahu sendiri situasinya,’’ ujar dokter gigi ini.

Suprapti pun meminta maaf. Dia bertanggung jawab atas tindakan pegawainya. Menurut dia, kejadian tersebut sebagai pembelajaran pihaknya. Dia pun berjanji tidak akan terulang lagi. Meski begitu, dia tidak mengungkap apakah pegawaianya tersebut bakal diberikan sanksi atau tidak. ‘’Sebagai pimpinan, ini tanggung jawab saya,’’ ucapnya.

Sementara Ewief Yulianti, oknum ASN yang diduga melecehkan wartawan, langsung meminta maaf. Menurut dia, ucapan tersebut bukan bermaksud menyinggung. Dia kesal lantaran sekcam Pacitan mendadak datang dan menggelar apel di Puskesmas Tanjungsari. Padahal, secara hierarkis tidak wajar. Pasalnya, tanpa seizin Kepala Dinkes Eko Budiyanto.

Aksi para awak media digelar sekitar pukul 08.00. Mereka datang dengan satu unit mobil berpengeras suara dan beberapa sepeda motor. Sasaran aksi pertama di Puskesmas Tanjungsari. Namun, tidak lama mengingat ada pelayanan kesehatan. Sehingga, massa bergeser ke dinkes. Di lokasi tersebut, Suprapti memberi klarifikasinya. Aksi berakhir pukul 11.00. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here