Dikbud Ancang-Ancang Terapkan Fingerprint bagi Guru

70

MADIUN – Digitalisasi pendidikan harus diikuti penguatan kedisiplinan. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Madiun pun ancang-ancang menerapkan absensi pemindai sidik jari mulai tahun ini. Keberadaan fingerprint tersebut untuk memperketat kehadiran para pendidik bersamaan menyongsong revolusi industri 4.0. ‘’Kami berencana mengawasi tingkat kehadiran para pendidik,’’ kata Kepala Dikbud Kabupaten Madiun Sodik Hery Purnomo kemarin (6/1).

Sodik menyebut banyak SMP dan SD negeri yang masih menerapkan absensi manual. Dari total puluhan hanya beberapa yang sudah absensi elektronik. Namun, dia belum bisa memastikan perbandingan jumlah lembaga yang sudah dan belum menggunakan peranti modern tersebut. Juga belum berani banyak bicara ihwal perkembangan penyediaan alatnya. ‘’Yang jelas sudah kami usulkan pengadaannya ke bagian perlengkapan,’’ ujarnya.

Bila terealisasi, sistem absensi elektronik itu bisa menjadi alat pengawasan atas implementasi Permendikbud 15/2018 tentang Beban Kerja Guru, Kepala Sekolah, dan Pengawas Sekolah. Regulasi tersebut mewajibkan guru berada di sekolah selama 40 jam dalam sepekan. Perinciannya, selama 37,5 jam efektif berada di sekolah dan 2,5 jam istirahat. ‘’Pengadaannya secara bertahap,’’ jelasnya.

Sodik menambahkan, secara umum keberadaan guru di sekolah menjadi tanggung jawab kepala sekolah (kasek). Mereka harus memastikan anak buahnya telah bekerja sesuai porsi jam mengajar selama sepekan. Penerapan fingerprint yang sudah dipakai organisasi perangkat daerah (OPD) itu akan memantau ketertiban dalam bekerja. Jangan sampai siswa jadi korban atas ketidakdisiplinan para pendidik. ‘’Anak didik harus mendapatkan haknya memperoleh ilmu,’’ tuturnya.

Tahun ini dikbud menerapkan metode pembelajaran berbasis informasi dan teknologi (IT). Proyektor, LCD, dan peranti komputer disiapkan untuk menunjang kegiatan belajar-mengajar (KBM) kelas VIII dan IX di sejumlah sekolah. Ditargetkan separo dari total 48 SMPN bisa menerapkan computer based test (CBT) untuk seluruh ujian. Salah satu yang melatarbelakangi penyiapan sarana dan prasarana (sarpras) dan sumber daya manusia (SDM) itu adalah menyambut datangnya revolusi generasi keempat. (cor/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here