Magetan

Dijual Murah, Kios di Pasar Baru Magetan

Pasang Pengumuman hingga Facebook

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Ada pengumuman ditempel di salah satu kios lantai 2 Pasar Baru Magetan (PBM).  Tertulis dijual, lengkap dengan nomor telepon yang bisa dihubungi. ‘’Sudah lama tutup, bertahun-tahun tidak dibuka,’’ kata Norma (nama samaran), salah seorang pedagang, Senin (3/8).

Kios Norma tak jauh dari dua kios berukuran 4×2 meter yang akan dijual Rp 50 juta itu. Include berkodi-kodi pakaian dagangan di dalamnya. Pembeli tak perlu kulakan barang lagi untuk mengisi kios tersebut. ‘’Itu sangat murah. Pemiliknya punya pekerjaan lain,’’ terangnya.

Menurut Norma, ada pedagang lain juga ingin melepas lapak losnya Rp 125 juta. Sedangkan di lantai bawah, ada kios terjual Rp 300 juta. Kios dekat los mainan juga laku Rp 125 juta. Lokasi menentukan harga. Makin strategis, kian mahal. Apalagi, di lantai bawah. ‘’Pembelinya juga orang-orang pasar. Mereka tahu seluk-beluk pasar,’’ ungkapnya.

Norma memastikan kiosnya di lantai atas sisi tengah masih ramai. Apalagi, setelah direnovasi mulai Oktober nanti. Sehingga, harga jual akan semakin mahal. Desain pasar baru pun sudah disosialisasikan. ‘’Setiap tahun pasti meningkat,’’ terangnya.

Sembilan tahun lalu, Norma juga beli kios Rp 20 juta plus tunggakan retribusi pemilik lama Rp 400 ribu. Berdasarkan pengalaman temannya, untuk biaya administrasi Rp 27 ribu. Yakni balik nama surat keterangan hak pakai tempat jualan (SKHPTJ) di kantor koordinator pasar. Bahkan, surat itu bisa dijadikan jaminan pinjam ke bank.

Ternyata, kios tersebut juga diiklankan di media sosial Facebook. Pun sudah ada penawar satu kios. Tawaran itu ditolak karena ribet. Sebab, pemiliknya yang bekerja di instansi pemerintah tidak bisa mengelola kiosnya lagi. Apalagi menyewakannya. ‘’Kalau sewa, di sini rata-rata Rp 1 juta setahun,’’ pungkasnya. (bel/c1/sat)

Aset Pemkab Tidak Bisa Diperjualbelikan

DINAS Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Magetan tidak tahu ada jual-beli kios di PBM. Sebab, kios itu aset Pemkab Magetan. Dasarnya, Perda 1/2012 tentang Retribusi Jasa Usaha. ‘’Sesuai aturan, tidak boleh diperjualbelikan,’’ kata Kepala Disperindag Magetan Sucipto Senin (3/8).

Sucipto menduga para pedagang tidak tahu prosedur pemindahtanganan kios pasar. Belakangan, petugas pasar mencopot pengumuman di pintu kayu kios lantai 2 PBM yang dijual itu. ‘’Tidak memiliki kok menjual,’’ sergahnya.

Jika kios sudah tidak ditempati, semestinya dikembalikan ke pemkab melalui disperindag. Disperindag juga memiliki kewenangan menarik kembali kios ketika enam bulan berturut-turut tidak dioperasikan atau tidak membayar retribusi.

Namun, hingga kini tak satu pun kios yang dikembalikan. Kendati banyak kios yang tutup. ‘’Kelemahan kami ketika hendak ditarik, eh dibuka lagi. Setelah itu tutup lagi,’’ ungkapnya.

Sucipto menambahkan, kios yang dikembalikan bakal dilelang kembali untuk pemohon baru. Atau jika sudah ada pemilik baru, cukup mengganti SKHPTJ sepengetahuan disperindag. Itu pun tidak dipungut biaya. Hanya perlu kesepakatan pemilik lama dan baru. ‘’Pemindahan ke orang lain, jika tidak keberatan, tidak apa-apa,’’ jelasnya.

Sucipto menganggap 443 kios di PBM saat ini terisi. Tidak hanya untuk jualan. Ada pula yang dijadikan gudang, sehingga tertutup. Namun, kewajiban membayar retribusi setiap hari tetap dipenuhi. Besarannya sesuai Perda Retribusi Jasa Usaha. Sehingga, potensi pendapatan asli daerah (PAD) tak hangus. ‘’Retribusi ditentukan oleh kelas,’’ bebernya. (bel/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close