Diguyur Hujan Deras, Atap Pasar Sementara Jebol

173

PONOROGO – Belum sepekan digunakan berjualan, atap pasar sementara jebol. Tak sanggup mengalirkan tampungan hujan yang deras mengguyur hingga sekitar pukul 21.00, Rabu malam (9/1).

Saat hujan baru mengguyur sekitar pukul 18.00, talang di los 2 itu jebol. Membuat curahan air hujan mengguyur deras. Sederas air terjun. Memorak-porandakan lapak dagangan di bawahnya. Peristiwa itu sempat terekam video amatir yang mulai tersebar sekitar pukul 21.00. ‘’Sebisanya, dagangan ditutupi kresek,’’ kata Titik Suharti, pedagang tembakau dan cengkih yang terimbas kebocoran atap, kemarin.

Saat kejadian, Titik dan keluarga sedang tidak berjualan. Begitu mendengar kabar itu, suaminya bergegas mendatangi lokasi. Sedikitnya enam pedagang merugi hingga belasan juta rupiah. Tersebab ’’air terjun’’ dadakan yang melanda pasar senilai Rp 6,8 miliar itu. Padahal, baru 13 hari diserahterimakan PT Bumi Lindung kepada pemkab.  ‘’Ada yang terpaksa dibuang. Kira-kira sampai Rp 15 juta,’’ ungkap Titik.

Perhitungan awal, Titik mengalkulasi kerugian Rp 15 juta. Sebab, dari puluhan kilogram tembakau dan cengkih yang basah terguyur hujan, tak semuanya bisa diselamatkan. Hanya beberapa yang masih bisa dijemur kembali. Kerugian itu memaksa Titik berencana mencari utangan. ‘’Untuk modal (berdagang setelah tembakau dan cengkihnya basah, Red) ya utang. Lagipula, siapa yang mau mengganti kerugian ini,’’ ujar perempuan yang telah 20 tahun berjualan di Pasar Legi Songgolangit itu.

Nestapa juga dirasakan Lilik, pedagang perlengkapan mandi dan alat tulis di pasar sementara. Padahal, setelah boyongan, dirinya belum sempat buka lapak. Apes, sebagian besar dagangan yang disimpan di kios malah basah akibat guyuran air hujan. Lilik memperkirakan kerugian materiil yang dirasakannya mencapai sekitar Rp 2 juta. ‘’Semoga barang dagangan saya masih bisa diretur. Pak Taufik, pedagang rokok (sebelah kios Lilik, Red) lebih parah. Stres tidak bisa berjualan karena rokoknya basah semua,’’ ungkapnya.

Kabid Penataan Pasar Disperdakum Ponorogo Fitri Nurcahyo menyebut kebocoran talang atap los 2 akibat sisa material di talang. Dia pun mendapat informasi bocornya atap los 2 itu tak lama seusai hujan di malam tersebut. Pantauannya di lokasi, terdapat dua titik kebocoran di los 2. Meliputi zona palen dan ikan segar. ‘’Setelah kami koordinasikan dengan pelaksana dan dicek, ternyata ada sisa sak material di atas talang. Membuat talang tidak kuat menampung air sehingga langsung tumpah ke bawah,’’ terangnya.

PT Bumi Lindung lantas diminta memperbaiki kerusakan tersebut. Karena perseroan asal Trenggalek itu masih punya kewajiban pemeliharaan sampai setahun ke depan. Terhitung sejak provisional hand over (PHO) atau serah terima proyek 29 Desember lalu. Ke depan, disperdakum akan selalu berkoordinasi dengan pelaksana begitu muncul kerusakan seperti di los 2. ‘’Untuk kerugian pedagang, bisa diminimalkan karena mereka selalu antisipasi dengan menutup dagangan menggunakan terpal. Pasar ini kan terbuka,’’ ucap Fitri. (naz/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here