Magetan

Dievaluasi, Cemoro Sewu Ditutup Lagi

Setelah Pendaki Wonogiri Meninggal

MAGETAN, Jawa Pos Radar Magetan – Perhutani kembali menutup jalur pendakian puncak Lawu via Cemoro Sewu. Menyusul seorang pendaki asal Wonogiri, Jawa Tengah, yang meninggal dunia di Pos II, Minggu (23/8). Penutupan sementara ini bagian dari evaluasi. ‘’Karena bulan lalu juga ada pendaki meninggal di Gegerboyo,’’ kata Asisten Perhutani KPH Lawu Ds Marwoto Senin (24/8).

Marwoto menyebut, jalur pendakian ditutup sampai hari ini (25/8). Sedangkan para pendaki yang muncak sejak sebelum kejadian tersebut sudah mulai turun. ‘’Sebagian masih ada di jalur pendakian, kami kerahkan petugas untuk memantau mereka,’’ terangnya.

Pihaknya belum memiliki data valid terkait penyebab kematian pendaki Wonogiri tersebut. Dugaan sementara karena hipotermia. Namun, tidak menutup kemungkinan korban memiliki riwayat penyakit lain. ‘’Sejak daftar pasti ditanya petugas, terkait riwayat penyakit yang pernah diderita,’’ ujarnya.

Apalagi di masa pandemi ini, semua pendaki di-briefing lebih dulu sebelum muncak. Terutama, terkait protokol kesehatan, pertolongan pertama, dan barang bawaan. Pendaki pemula wajib mengajak pemandu atau pendaki berpengalaman. ‘’Ini hal mendasar yang sudah kami lakukan, sehingga sebenarnya gagal muncak bisa dicegah,’’ tuturnya.

Pihaknya belum menentukan kebijakan selanjutnya pasca kejadian pendaki meninggal tersebut. Namun, imbauan dan peringatan tetap digalakkan. Segala hal yang sudah dilakukan akan dievaluasi. Termasuk kondisi cuaca di jalur pendakian. ‘’Kondisi cuaca bisa berubah dengan cepat. Kalau tidak siap akan membahayakan pendaki,’’ sebutnya. (fat/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close