Diempas Angin Kencang, Atap Madrasah Porak Poranda

63

MADIUN – Rencana Madrasah Aliyah (MA) Darul Falah menambah jumlah kelas tersendat. Atap salah satu bangunan lembaga setingkat SMA di Desa Pacinan, Balerejo, itu rusak diempas angin kencang. Padahal, bangunan itu masih pengerjaan. Pemasangan ulang atap bakal dua kelas itu belum bisa dilakukan dalam waktu dekat karena terbentur dana. ‘’Perbaikannya tahun depan,’’ kata Kepala MA Darul Falah Syamsu Arif, Jumat (30/11).

Peristiwa itu terjadi Kamis sore (29/11). Hujan mengguyur deras sejak pukul 14.00. Angin kencang berembus setengah jam kemudian dari arah selatan. Saking kuatnya angin membuat atap galvalum bakal kelas di lantai dua terempas. Beruntung, tidak sampai beterbangan. Atap seluas 18×9 meter itu hanya jatuh di belakang bangunan. Beberapa bagiannya bersandar pada dinding tembok. Atap yang jatuh menutup seperempat jalan. ‘’Tidak ada korban jiwa,’’ ujarnya kepada Radar Mejayan.

Ada dua kelas yang aktif untuk kegiatan belajar-mengajar (KBM) di bawah gedung yang terdampak angin lesus. Namun, seluruh siswanya sudah pulang sejak pukul 12.00 karena ujian semester (US). Angin kencang juga menerbangkan sebuah bambu bekas proyek di depan kelas. Menimpa atap rumah Tasimu di belakangnya. Benda berdiamater sekitar 10 sentimeter itu menghancurkan sejumlah genting. Beruntung, reruntuhan benda tidak mengenai penghuninya. ‘’Mereka beraktivitas di teras depan,‘’ tuturnya.

Keesokan paginya warga gotong royong membersihkan puing atap galvalum. Peranti berwarna perak yang sudah penyok itu dibongkar hingga menyisakan konstruksinya. Kemudian dipindah di halaman depan kelas. Menurut Syamsu, penyebab terlepasnya atap bukan karena pekerjaan tukang yang tidak memasang dengan kuat. Namun, karena saking kencangnya empasan angin. ‘’Apalagi kemarin sore (Kamis, Red) sempat turun hujan es yang ukurannya sebesar batu kerikil,’’ ungkapnya.

Syamsu menaksir kerugian sekitar Rp 50 juta. Perlu berhitung dana untuk membangun kembali atap bakal kelas. Padahal, persentase pembangunan sudah mencapai 70 persen. Tinggal proses bagian interior bangunan. Dia mengatakan, galvalum yang bengkok tidak bisa diperbaiki dan digunakan. Siswa bakal terkena dampaknya. Sebab, ada celah atau lubang di antara rangkaiannya. ‘’Kalau hujan, air bisa masuk lewat celah itu,’’ ujarnya. (cor/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here