Ponorogo

Didit Erwanto Melukis di Tengah Keramaian

Karya Tepian Jalan Tembus Negeri Paman Sam

Dari pedestrian Sultan Agung, lukisan Didit Erwanto laku terjual sampai ke Amerika Serikat. Lukisan pertamanya bergambar Kiai Hasyim Asyari sampai kini tetap disimpannya.

__________________________

MIZAN AHSANI, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo

SENGAT matahari di awal penghujan tak menghentikan goresan tangan Didit Erwanto. Seniman 40 tahun itu asyik menyapukan kuasnya di trotoar perempatan Tonatan. Lukisan petani yang tengah memanen padi di sawah itu tinggal diberi sentuhan akhir. Tinggal menyapukan cat minyak di kanvas yang masih belum diwarnai. ‘’Sudah telanjur nyaman melukis di pinggir jalan. Ini juga biar banyak yang tahu,’’ kata warga Jalan Jawa itu Kamis (16/1).

Ketekunannya melukis sejak 2008 itu berangkat dari migrasi usaha percetakannya yang kandas pada 2004 silam. Didit tidak ingin terlalu lama meratapi usahanya yang gagal. Jatuh di titik terendahnya, Didit mengingat kembali hobi masa kecilnya. Yakni, melukis. ‘’Akhirnya saya belajar melukis lagi secara mandiri,’’ ujarnya.

Kembali menekuni hobi serta menemukan tambatan hati di Kota Madiun membuat Didit kembali bersemangat menjalani hidup. Dia kurang sreg melukis di rumah lantaran tidak bisa memamerkan karya-karyanya. Akhirnya, 2008 lalu Didit melukis di Jalan Diponegoro, Kota Madiun. Awalnya hanya pemandangan, lambat laun berkembang menjadi berbagai genre lukisan. ‘’Ada yang pesan sketsa wajah. Sejak itu saya juga melukis sketsa. Sekarang, apa pun saya lukis,’’ tuturnya.

Lama melukis di jalanan Kota Madiun, Didit memutuskan pindah ke Ponorogo. Sempat beberapa kali pindah lokasi mangkal, Didit akhirnya nyaman bekerja di simpang empat Tonatan. Bagi Didit, bekerja di tepi jalan tidaklah buruk. Justru dari situlah rupiah mengalir. Lantaran Didit butuh ruang memamerkan karyanya. ‘’Seluruh pengerjaan saya lakukan di sini. Mulai pukul 08.00 sampai 14.30,’’ terangnya.

Lukisan wajah Kiai Hasyim Asyari dianggap sebagai karya terbaiknya. Lukisan pertamanya itu sampai kini tak pernah dilepas untuk dijual. Beberapa karyanya sanggup terjual dengan harga mahal. ‘’2017 lalu, satu lukisan pemandangan danau laku terjual ke pembeli di Amerika,’’ ungkapnya. *** (fin/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close