Dibuang Sembarangan Dekat Jembatan Blibis, Sampah Siksa Warga Widodaren

95
BERSERAKAN: Warga sekitar terminal bus Gendingan, Ngawi, resah akibat aksi buang sampah sembarangan di dekat jembatan Blibis Rabu (18/9). Selain menyebar bau busuk juga tak elok dilihat.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pengendara yang melintasi Jalan Ngawi-Solo harus menghirup bau tidak sedap. Tepatnya di Kilometer 25 Dusun Widodaren Kidul, Desa/Kecamatan Widodaren, Ngawi. Sumbernya, sampah yang dibuang di tepi jalan, timur jembatan Blibis, dekat terminal bus Gendingan. ‘’Kebanyakan yang membuang orang luar (lingkungan) sini. Mereka pakai motor,’’ kata Tuminem, warga setempat, Rabu (18/9).

Menurutnya, kondisi tersebut sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Awalnya lokasi pembuangan di sebelah timur jembatan sisi selatan. Lambat laun sampah makin menumpuk. Warga dan perangkat desa pun geram dan memasang tanda larangan buang sampah. ‘’Sudah dipasang tandanya, sempat berhenti sebentar tapi mulai lagi,’’ keluhnya.

Setelah dipasang tanda larangan, oknum pembuang sampah mengalihkan sasaran ke Kali Blibis. Bahkan, sempat membuat aliran sungai tersumbat. Warga dan para relawan pun melakukan pembersihan sungai itu. ‘’Sempat ramai, supaya (sampah) gak dibuang di sungai, lalu ditaburi ikan untuk lomba mancing,’’ jelas Tuminem.

Tapi, aksi buang sampah sembarangan terus berlangsung. Sasarannya beralih ke sebelah timur jembatan sisi utara. Bau busuk sampah tercium beberapa meter dari jembatan. Sampah berserakan hingga di bawah tebing jalan dan lahan warga. Warga pun mengalah dan membakar sampah. ‘’Sudah sering dibakar,’’ ujarnya.

Beberapa saat lalu, warga yang geram mencoba mencari pelaku pembuang sampah tersebut. Sayangnya, meski ditunggu berjam-jam hingga petang, mereka tak tampak batang hidungnya. Dia menduga dilakukan tengah malam hingga subuh saat mayoritas warga masih terlelap.

Nenek 77 tahun itu berharap pembuang sampah sembarangan itu lekas terungkap. Pasalnya, selain membuat bau tak sedap, juga mengganggu pemandangan. Terlebih, lokasinya di tepi Jalan Ngawi-Solo. ‘’Jelas bukan cuma satu orang, karena sampahnya banyak,’’ ungkapnya.

Mardian, pria yang acap melintasi jalan tersebut, juga tersiksa dengan adanya sampah. Terlebih lokasi persis di pinggir jalan. Bahkan tak jarang sampai berserakan di badan jalan. ‘’Mengganggu sekali, seharusnya dibuang di tempat sampah, atau disediakan jika belum ada,’’ katanya. (gen/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here