Dibongkar, Warem Malang Tinggal Kenangan

133
RATA TANAH: Sebuah alat berat dikerahkan petugas Satpol PP Jatim untuk membongkar 52 bangunan liar yang berada di Desa Malang, Maospati, Rabu (10/7).

MAGETAN – Pembongkaran itu akhirnya tiba. Rabu (10/7) puluhan warung remang-remang (warem) dan kafe yang berada di Desa Malang, Maospati, telah dirata tanah oleh petugas Satpol PP Provinsi Jatim.

Saat proses pembongkaran berjalan, petugas penegak perda itu sempat mendapati adanya penghuni di dalam warem tersebut. Sempat terjadi cekcok antara kedua pihak. Namun, itu hanya terjadi sesaat. Para penghuni warem yang kedapatan masih bertahan dipaksa cabut. Barang-barang yang ada di dalam warem dikeluarkan dan diangkut ke truk.

Setelah itu, pembongkaran dilakukan menggunakan sebuah alat berat. Satu per satu bangunan yang berdiri di sepanjang Jalan Raya Magetan-Ngawi itu dibuat rata dengan tanah. Sebagian pemilik warem sesenggukan sambil mengeluarkan kata-kata serapah kepada petugas. Namun, petugas tetap tidak bergeming.

Kepala Satpol PP Jatim Budi Santosa menyatakan pemberitahuan pembongkaran sudah dilakukan sejak jauh hari. Bahkan, sebelum itu pihaknya sudah mengeluarkan tiga kali surat peringatan kepada para penghuni warem untuk segera pergi. Namun, sebagian di antara mereka membandel. ‘’Sehingga kami harus lakukan pembongkaran (paksa),’’ ungkapnya.

Sesuai catatan, ada 56 bangunan yang dirobohkan menggunakan alat berat kemarin. Salah satunya sebuah warem yang baru dibangun dua bulan lalu oleh pemiliknya hingga mencapai Rp 50 juta. ‘’Yang pasti, puluhan bangunan itu melanggar peraturan. Kami sudah berikan sosialisasi sebelumnya. Hingga akhirnya kami lakukan tindakan pembongkaran,’’ jelasnya.

Pembongkaran bangunan itu dianggap melanggar batas sepadan jalan. Di mana sesuai aturan tidak diperbolehkan ada bangunan sekitar 1,6 meter dari bahu jalan. ‘’Kalau untuk keperluan apa selanjutnya (lahan, Red), kami serahkan sepenuhnya ke bupati,’’ ucapnya.

Dari aksi ini pihaknya mengharapkan tidak ada bangunan liar lain yang berdiri di sepadan jalan. ‘’Bekas lahan itu nantinya akan ditanami bunga,’’ ungkap Budi. (mgc/c1/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here