Dian Ambarsari Sukses dengan Bisnis Buket Jilbab

304

Banyak jalan menuju pintu rezeki. Sudah sekitar setahun Dian Ambarsari menekuni bisnis buket jilbab. Hasilnya, orderan tidak pernah sepi. Bahkan, saat musim wisuda dia kerap kewalahan melayani pesanan.

——————

TANGAN Dian Ambarsari seolah menari-nari saat merangkai lembaran kain jilbab berbahan soft cotton hingga membentuk kelopak bunga. Setelah itu, dia memberikan sentuhan penambahan kain furing mengelilingi buket bunga kerudung tersebut. Terakhir, bagian tangkai dililit pita warna silver. Tak lupa memasang potongan kertas bertuliskan sebuah merek. ‘’Isi buketnya satu jilbab,’’ kata Dian.

Sebelum menekuni bisnis buket jilbab, gadis 23 tahun itu berkreasi dengan buket paper flower bersama sejumlah teman indekosnya di Surabaya. Namun, usaha tersebut hanya bertahan setahun lantaran faktor kesibukan. ‘’Ada enam orang yang gabung. Iseng sambil menggarap skripsi,’’ ujarnya.

Lepas kuliah, Dian memilih pulang kampung ke Kota Madiun. Warga Jalan Penataran itu lantas memutuskan memulai kembali usaha buket. ‘’Ikut-ikutan teman di Surabaya yang terlebih dulu bikin buket jilbab. Saya lihat bagus, jadi pengin buat juga,’’ jelasnya.

Selain belajar dari sang teman, Dian getol mempelajari tutorial membuat buket jilbab dari YouTube. Awal produksi, dia sempat kebingungan mendapatkan bahan baku. ‘’Akhirnya dapat kain furing, tapi harganya mahal dibandingkan di Surabaya. Di sana (Surabaya, Red) Rp 5.000 dapat semeter, di sini cuma setengahnya,’’ ungkap Dian.

Setelah satu minggu belajar, Dian berhasil membuat produk perdananya. Buket jilbab itu lantas diposting di akun Instagram. Tak disangka, tidak lama berselang seorang warga Madiun berminat membeli. ‘’Dibeli buat kado wisuda,’’ ujarnya.

Sejak itu Dian semakin bersemangat membuat buket jilbab. Pun, produknya terbilang laris. Pembeli tidak hanya berasal dari Madiun dan sekitarnya, tapi juga luar kota seperti Surabaya. ‘’Pernah menolak orderan dari Surabaya. Soalnya, dulu kirim tiga buket, sampai di sana rusak. Akhirnya saya ganti ekspedisi yang lebih bagus meskipun ongkir (ongkos kirim)-nya agak mahal,’’ bebernya.

Sejauh ini, buket jilbab karya Dian mayoritas dibeli mahasiswa yang hendak diwisuda. Saat musim wisuda, dia bisa mendapat order hingga 10 buket. Satu buket dibanderol seharga Rp 40 ribu-Rp 70 ribu. ‘’Kebanyakan pakai bahan soft cotton yang agak tebal sehingga tidak menerawang saat dikenakan,’’ ungkapnya.

Selama ini, perpaduan warna baby pink dan merah marun menjadi yang paling digemari konsumen. Terkadang Dian menambahkan greeting card yang diselipkan di antara kelopak bunga. ‘’Paling berkesan saat bikin buket jilbab untuk pasutri yang sudah lama belum dapat momongan,’’ paparnya.

Lazimnya usaha, naik turun orderan dialami Dian. Akhirnya, pertengahan tahun lalu dia berinovasi dengan membuat buket balon. Inspirasinya datang  dari artis Tasya Kamila yang mendapatkan hadiah sejenis dari suami. ‘’Buket balonnya Tasya itu isinya bunga imitasi. Karena jatuhnya mahal, saya ganti snack,’’ ujarnya. ***(dila rahmatika/isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here