Diajak Salat, Motor Teman Perempuan Diembat

148

PONOROGO – Kriminalitas memanfaatkan dunia maya berulang. Mengaku petugas cleaning service Ruhan Tahanan Negara (Rutan) Sragen, Dodik Lukito alias Deny, 34, memperdaya Dyah Wahyuningsih, 27. Lewat aksi liciknya, laki-laki asal Desa Sengon, Kecamatan/Kabupaten Jombang, itu membuat perempuan asal Desa Rejosari, Sawahan, Kabupaten Madiun, melepas sepeda motor, telepon genggam, dan sejumlah harta bendanya.

Ceritanya, Dodik dan Dyah berkenalan melalui media sosial Facebook sekitar awal September lalu. Dodik mengaku bernama Deny. Dari hari ke hari, hubungan keduanya semakin akrab. ‘’Lalu tersangka mengajak korban ketemuan langsung,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Radiant, Jumat (5/10).

Tersangka awalnya mengajak korban kopi darat di Sragen. Sekaligus ingin mengenalkan Dyah kepada ibu tersangka. Tetapi, Dyah menolak dengan alasan jarak. Mendapati penolakan itu, Dodik mengubah rencana pertemuan mereka di Ponorogo untuk bertemu kerabatnya.

Dyah yang belum sadar kena tipu diminta tersangka mengantar ke Ponorogo. Keduanya sepakat bertemu di Madiun. Lalu berangkat ke Ponorogo berboncengan sepeda motor korban Honda Supra X 125 nopol AE 6674 BL. ‘’Mereka tiba di Ponorogo sudah menginjak magrib,’’ ujar kapolres.

Dodik pun mengajak korban salat di Masjid Agung bergantian. Tersangka lebih dulu salat. Kemudian disusul korban. Nah, saat giliran Dyah salat itulah Dodik beraksi. Sebelumnya, dia sempat meminjam handphone korban. Alasannya untuk menghubungi kerabatnya yang tinggal di Ponorogo.

Setelah itu, Dodik kabur meninggalkan Dyah yang sedang salat dengan membawa sepeda motor korban. Kebetulan saat itu kunci sepeda motor korban di tangan tersangka. ‘’Di dalam jok motor itu, ada sejumlah barang berharga milik korban. Seperti dompet berisi kartu ATM dan uang,’’ ungkap Radiant.

Pelaku lantas menjual beberapa barang korban. Sepeda motor dijual kepada teman kenalannya Rp 2,5 juta. Uang hasil penjualan dipakai untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Sedangkan, dompet beserta isinya dibuang ke Sungai Brantas masuk wilayah Kertosono. Dengan perasaan hancur, Dyah didampingi keluarganya melapor ke polisi 23 September lalu. ‘’Korban melapor dan kami tindak lanjuti,’’ ujar Radiant.

Setelah ditelusuri, pada Senin lalu (1/10) polisi menangkap Dodik di Jombang. Saat itu juga sepeda motor Honda Supra X 125 milik korban diamankan. Termasuk, sejumlah barang bukti lainnya. ‘’Tersangka kami jerat pasal 378 KUHP dengan ancaman pidana maksimal empat tahun penjara,’’ terangnya. (her/c1/sat)

Bagikan
Artikel SebelumnyaTahun Depan Gaji PNS Baru Sedot Rp 8 Miliar
Artikel Sesudahnya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here