Diajak Hohohihe, lalu Motor Dibawa Kabur

872

NGAWI – Cinta masih menjadi senjata ampuh untuk melancarkan aksi tipu-tipu. Itu seperti dilakukan Kumbang (nama samaran). Bahkan, pemuda 21 tahun tersebut berhasil menipu dua gadis, sebut saja namanya Kembang. Keduanya warga Kecamatan Kedunggalar.

Ulah tipu-tipu pertama, Kumbang sempat meniduri Kembang. Selanjutnya, pelaku melarikan motor milik gadis 20 tahun itu. ‘’Terlapor saat ini masih menjadi buron petugas,’’ kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Muh. Indra Nadjib kemarin (7/2).

Begini ceritanya. Selasa (5/2) sekitar pukul 07.00, Kumbang mengirim pesan WhatsApp (WA) kepada Kembang. Isinya, pelaku minta dijemput di kawasan Terminal Sidowayah. Lantaran sudah memiliki kedekatan sebelumnya, Kembang mengiyakan permintaan Kumbang.

Sesaat setelah berkomunikasi sebentar, Kembang seketika meluncur ke lokasi janjian mengendarai Honda Vario nopol AE 2027 LH. ‘’Setelah menunggu beberapa saat, terlapor datang dengan membonceng temannya. Naik motor juga,’’ ujar Indra.

Kedatangan Kumbang membuat semringah Kembang. Obrolan sejenak terjadi antara keduanya di pinggir Jalan Raya Sidowayah-Kedunggalar pagi itu. Kembang lantas dibonceng teman Kumbang. Sementara, pelaku berkendara sendiri dengan Honda Beat kelir biru-putih milik temannya. Ketiganya menuju rumah kerabat Kumbang di kawasan Kecamatan Kedunggalar. ‘’Kondisi rumah saat itu dalam keadaan sepi,’’ tambah Indra.

Di dalam rumah itulah Kumbang mulai melancarkan aksinya. Pelaku mengajak Kembang masuk kamar. Rayuan-rayuan gombal diobral hingga Kembang mengangguk saja menuruti keinginan Kumbang ber-hohohihe. ‘’Berdasarkan keterangan, keduanya melakukan hubungan layaknya pasangan suami istri sebanyak satu kali,’’ ujar Indra.

Setelah puas melampiaskan nafsu, Kumbang memulai aksinya yang kedua. Sekitar pukul 12.30, pelaku meminjam motor korban dengan alasan untuk mengambil uang di Desa Ngale, Paron. Namun, hingga Sore Kumbang tak kunjung kembali.

Sekitar pukul 16.00, Kembang menghubungi Kumbang untuk segera kembali. Pelaku beralasan masih di kawasan Ngawi Kota mengurus uang juga. ‘’Pukul 21.00, korban menghubungi keluarganya minta dijemput,’’ kata Indra.

Sampai pukul 22.00 batang hidung Kumbang tak kunjung kelihatan. Kembang akhirnya memutuskan pulang. Keesokan harinya, penipuan yang menimpanya dilaporkan ke polisi. ‘’Kami sudah memeriksa sejumlah saksi dan melakukan penyelidikan lebih lanjut,’’ pungkasnya. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here