Di Pacitan Mata Pencarian Nelayan Masih Diminati

98

PACITAN – Risiko tinggi dengan taruhan nyawa tak menyurutkan minat sebagian masyarakat pesisir di Pacitan jadi nelayan. Nyali dan semangat bahari jadi modal mereka menggantungkan hidup di lautan. Apalagi tanpa perlu ijazah formal. Dinas perikanan setempat mencatat 4.915 jiwa warga Pacitan bermata pencarian sebagai nelayan. ‘’Tiap tahun hampir sama jumlahnya,’’ kata Kabid Perikanan Tangkap Dinas Perikanan Pacitan Bambang Marhaendrawan kemarin (6/2).

Jumlah tersebut tersebar mulai dari ujung timur Kecamatan Sudimoro hingga paling barat Donorojo. Pun mereka harus bersaing dengan nelayan dari luar daerah (andon) yang juga berburu ikan di Samudra Indonesia. ‘’Ada nelayan andon, tapi kebanyakan nelayan lokal,’’ ujarnya.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Pacitan Damhudi menyebut melimpahnya ikan di perairan Pacitan jadi pelecut banyaknya nelayan di Kota 1001 Gua. Pun kualitas ikan bersaing untuk ekspor. Tak hanya nelayan, kondisi tersebut juga memancing warga lain untuk berdagang ikan. ‘’Sehingga minat usaha di bidang ini semakin besar,’’ sebut Damhudi.

Namun, lanjut Damhudi, mayoritas nelayan masih menggunakan perahu kecil untuk melaut. Ada juga yang berlayar dengan perahu besar meski hanya berstatus anak buah kapal (ABK). Mereka biasa disewa para pemilik kapal dari luar daerah untuk membantu memancing ikan layur dan tuna. Kedua jenis ikan tersebut cukup melimpah di perairan Pacitan. ‘’Beberapa bulan terakhir juga sedang musim layur,’’ tuturnya.

Kecilnya perahu turut memengaruhi tangkapan para nelayan. Mayoritas bermesin. Sedangkan alat tangkap nelayan lokal berupa pancing dan jaring. Biasanya mereka berlayar sekitar perairan Pacitan atau menebar rumpon. Damhudi memastikan tak ada nelayan yang menggunakan pukat. Mereka sadar pukat merusak ekosistem dan biota laut hingga mengancam produksi ikan. ‘’Jaring pun ada batasnya, yang satu inci ke atas agar ikan kecil tak tertangkap,’’ terangnya.

Meski mengandalkan pendapatan utama dari hasil laut, namun sebagian dari mereka juga bermata pencarian lain. Antara lain tani, buruh bangunan, hingga berdagang. Pasalnya, saat musim barat, para nelayan tidak melaut lantaran cuaca buruk. ‘’Itulah uniknya nelayan Pacitan, tak hanya bekerja di laut tapi juga di darat,’’ bebernya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here