Di Balik Prajurit Hebat Ada Istri yang Tegar

73
PARTISIPASI: Komandan Denpom V/I Madiun Letnan Kolonel CPM Didik Haryadi ikut lomba memindahkan tepung.

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Di balik para pejuang kemerdekaan yang hebat ada istri yang selalu tegar dan mendukung perjuangan suami. Makna filosofis itulah yang ditunjukkan pada perlombaan pasang atribut yang menjadi salah satu di antara sekian perlombaan dalam  memperingati hari kemerdekaan ke-74 RI di Denpom V/I Madiun Senin (19/8).

Pekikan semangat para suami terdengar saat ibu-ibu berlomba memasang atribut di pakaian seragam suami yang digantungkan di sebuah tali. Kebiasaan seorang istri menyiapkan segala perlengkapan suami untuk bertugas terlihat dalam lomba tersebut. Lomba tersebut diikuti segenap jajaran sub Ponorogo, Ngawi, Blitar, Pacitan, Magetan, Trenggalek, hingga Tulungagung.

Ada yang cekatan menyelesaikan lomba, ada pula yang kebingungan lantaran belum terbiasa. Ririn Rimbawati misalnya. Dia terlihat paling terakhir menyelesaikan perlombaan. Bahkan, salah satu atribut tidak terpasang lantaran durasi habis. ’’Banyak memang atributnya, jadi suka bingung,’’ kata istri Dansubdenpom V/1-2 Ngawi Kapten Cpm Agus Supriyadi itu.

Kendati demikian, Ririn memberikan apresiasi untuk kegiatan tersebut. Lantaran lomba itu bertujuan baik. Salah satunya membiasakan istri untuk membantu dan mendukung suami bertugas. Terutama dalam menyiapkan keperluan sehari-hari untuk melaksanakan tugas negara. ’’Tadi yang belum terpasang atribut penyidik. Sangat baik tujuannya, jadi istri harus benar-benar mendukung suami dalam mengemban amanah,’’ tegasnya.

Komandan Denpom V/I Madiun Letnan Kolonel CPM Didik Haryadi menjelaskan, lomba pemasangan atribut oleh istri baru perdana ini diselenggarakan. Alasan pemilihan lomba itu mengingatkan memori kepada perjuangan para pahlawan yang merebut kemerdekaan. Di balik jiwa patriotisme itu ada istri yang selalu mendukung perjuangan suami. ’’Dulu para sesepuh kompak merebut kemerdekaan RI,’’ kata Didik.

Selain lomba pemasangan atribut, berbagai lomba lain juga diselenggarakan sejak Sabtu lalu (17/8). Mulai balap sepeda lambat, makan kerupuk, pecah air, hingga pesan tepung berantai. Bahkan, Didik turun gunung turut serta dalam lomba tersebut. ’’Guyub rukun seluruh jajaran sub berkumpul di sini,’’ ujarnya.

Didik tampak antusias mengikuti lomba pesan tepung berantai. Bahkan, dia rela berlumuran tepung bersama anggotanya. Pun, tidak ada sekat di antara mereka. ‘’Ini membuktikan bahwa kita bersama untuk menjalankan tugas negara. Biasa bercanda dengan anggota dan ikut lomba langsung,’’ lanjutnya.

Selain untuk memeriahkan kemerdekaan, acara tersebut juga menjadi ajang silaturahmi. Didik menyebut perlombaan sejenis bakal sering diselenggarakan di waktu mendatang. ‘’Mari kita datangkan semangat baru membawa tanah air lebih maju dan beradab dalam momen peringatan kemerdekaan ke-74 RI,’’ ucapnya. (kid/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here