Di Balik Popularitas Video-Video Pak Ndul ‘Ahlinya Ahli’

2014

Nama Pak Ndul kian berkibar seiring trendingnya video-video pria itu di media sosial. Siapa sangka, butuh perjuangan tersendiri untuk membuat sebuah konten sebelum akhirnya diunggah ke YouTube.

————-

SOSOK Agung Sukoco mudah dikenali lewat kepala pelontos serta kumis dan jenggotnya yang berwarna putih kecokelatan. Pagi itu, pria yang video-videonya viral di media sosial itu tampak sedang bersantai di ruang tamu sebuah rumah di Desa Muneng, Pilangkenceng, Kabupaten Madiun. ‘’Ini rumah milik orang tua,’’ ujar pria yang lebih dikenal dengan sebutan Pak Ndul itu.

Rumah itu selama ini menjadi basecamp Wagu Waton Guyon (Wagu Waton Guyon) sebagai tempat produksi video-video Pak Ndul yang kini sedang hits di YouTube. ‘’Lihat ini, subscriber-nya sudah 399 ribu. Paling setengah  jam lagi genap 400 ribu,’’ ujarnya sambil menunjukkan channel YouTube-nya di layar ponsel.

Ya, ketenaran Pak Ndul merupakan hasil teamwork. Puluhan video jenakanya dikerjakan bersama kru Wagu. ‘’Ada enam orang yang terlibat. Ada adik saya dan beberapa tetangga dekat, tapi ide cerita kebanyakan dari saya dan adik,’’ paparnya.

Sebelum muncul channel Wagu Waton Guyon, Pak Ndul dan tim membuat konten  video lucu berbahasa Jawa dengan nama Wagu Ndeso. ‘’Karakter Pak Ndul itu muncul pertama di video teknik matun suket, termasuk kalimat ahlinya ahli,’’ beber pria yang identik dengan slogan ahlinya ahli, intinya inti, core of the core ini.

Ide membuat video muncul sejak Maret 2018 lalu. Tujuan awal adalah bekreasi bersama dan mendapatkan pendapatan penghasilan dari YouTube. Video Pak Ndul mulai populer setelah diposting seseorang di Facebook. ‘’Ada yang download, lalu di-share,’’ ujarnya.

Dalam hitungan bulan, video Wagu Ndeso dan Wagu Waton Guyon kian melejit. Uniknya, sebagian besar video Pak Ndul berkaitan dengan penemuan dan teknologi. ‘’Karena sejak kecil saya memang suka sains,’’ akunya.

Ciri khas lainnya adalah penggunaan campuran bahasa Indonesia dan Inggris plus kosa kata yang kadang sulit dimengerti. Usut punya usut, Pak Ndul dulu sempat kursus bahasa Inggris di Kota Madiun. ‘’English is a key to enhance our career. Pepatah itu yang memotivasi saya giat belajar bahasa Inggris,’’ ucapnya.

Butuh perjuangan yang tidak mudah sebelum video Pak Ndul diunggah ke YouTube. Setelah menemukan ide, tim membuat garis besar alur cerita untuk keperluan syuting. Sekali syuting bisa untuk dua video sekaligus. Per take gambar membutuhkan waktu paling lama dua jam. Setelah itu, berlanjut proses editing video yang bisa memakan waktu hingga empat jam.

Lokasi syuting di sekitar rumah atau di sawah tak jauh dari lingkungan tempat tinggal Pak Ndul. Jadwalnya fleksibel menyesuaikan kesibukan masing-masing personel. ‘’Uplodnya diberi jarak biar nggak bosan,’’  imbuhnya.

Seiring meningkatnya jumlah subscriber dan followers, tim Pak Ndul kebanjiran tawaran endorse. Namun,  tidak semua diterima. Hanya yang berkaitan dengan kegiatan sosial dan dinilai bermanfaat untuk masyarakat luas, Pak Ndul mau mempromosikannya tidak memungut biaya.

‘’Kemarin dari Surabaya ada yang minta kami mempromosikan sebuah aplikasi di android untuk membantu memasarkan UMKM. Pernah juga diundang Polres Padang untuk bantupromosikan kegiatan Milenial Road Festival,’’ paparnya. ***(dila rahmatika/isd)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here