Di Balik Peran Sunarko sebagai Relawan Disabilitas

32

MAGETAN – Peran berbeda dilakoni oleh Sunarko saat pemungutan suara pemilu 2019, Rabu (17/4) lalu. Pria yang bekerja sebagai guru tidak tetap (GTT) sekolah luar biasa (SLB) Panca Bhakti itu meluangkan diri sebagai relawan disabilitas. Tugasnya mendampingi dan mempermudah agar para pemilih penyandang disabilitas bisa menggunakan hak pilihnya.

———————-

KPU Magetan memperkirakan angka partisipasi pemilih disabilitas pada pemilu 2019 lebih baik dibanding sebelumnya. Semua itu berkat peran relawan disabilitas. Salah satunya adalah Sunarko.

Beberapa pekan sebelum coblosan belangsung, Sunarko bersama dengan ketiga rekannya rajin menyosialisasikan pelaksanaan pesta demokrasi tersebut kepada orang-orang berkebutuhan khusus. ‘’Menginformasikan semua hal tentang pilpres dan pileg kepada teman-teman disabilitas,’’ terang Sunarko.

Peran itu ternyata tidak mudah dilakoninya. Karena butuh kesabaran. Seperti saat memberikan sosialisasi pemilu kepada penyandang tuna grahita. Sunarko harus berulang-ulang menjelaskan. Sebab, tingkat intelegensi atau daya tangkap mereka kurang. ‘’Hari ini dijelaskan, besok sudah pasti lupa. Jadi, harus sabar,’’ jelas warga Desa Turi, Panekan itu.

Lain cerita dengan kategori disabilitas lainnya. Menurutnya, sosialisasi pemilu ke pemilih penyandang tuna rungu maupun tuna wicara terbilang mudah. Karena cukup dengan menggunakan bahasa isyarat. Meskipun sebenarnya itu bukan keahilannya dulu. Karena dia bukan merupakan sarjana pendidikan luar biasa, melainkan sarjana pendidikan agama Islam (PAI). ‘’Sudah terbiasa karena sudah 10 tahun mengajar di SLB,’’ terang GTT SLB Panca Bhakti Magetan, itu.

Lebih mudah lagi menyosialisasikan pemilu kepada penyandang tuna netra. Menurut Sunarko, mereka lebih mudah diajak berkomunikasi. Serta yang dibutuhkan mereka hanya pendamping saat menyoblos. Karena tidak semua surat suara dilengkapi template huruf braille. ‘’Jangankan yang tidak bisa melihat, orang normal saja ada yang kesulitan,’’ ungkapnya.

Sunarko mengaku sempat terkagum melihat antusiasme tinggi dari para penyandang disabilitas menggunakan suaranya saat coblosan dua hari lalu. Karena dengan begitu yang disosialisasikannya dapat diterima oleh mereka. ‘’Total ada 1.114 penyandang disabilitas yang telah saya berikan sosialisasi. Mereka senang karena ada yang memperhatikan. Selama ini mereka selalu dipandang sebelah mata,’’ pungkasnya. ***(choirun nafia/her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here