Ngawi

Dewan Surati Gojek Indonesia

NGAWI – DPRD bersama Pemkab Ngawi tancap gas mengakomodir pengaduan ojek online (ojol). Lembaga legislatif itu resmi berkirim surat elektronik kepada PT Gojek Indonesia. ’’ Sudah kami kirimkan langsung ke perusahaan yang bersangkutan di Jakarta via email,’’ kata Kabid Angkutan Dishub Ngawi Agus Pramudianto saat ditemui di kantornya, Kamis (16/5).

Dijelaskan, seperti yang disampaikan ketua dewan sebelumnya, pemkab berjanji membantu mencarikan solusi. Ini sesuai pengaduan puluhan pengemudi ojol di Ngawi yang sebelumnya bergabung di Grab. Salah satunya terkait permintaan kepada PT Gojek Indonesia  agar mengembangkan wilayah operasionalnya di Bumi Orek-Orek. Sehingga nantinya mereka nantinya akan bergabung dengan PT Gojek Indonesia. ’’Harapannya memang bisa terkoneksi dengan perusahaan itu, karena masyarakat sangat antusias adanya transportasi online tersebut,’’ ungkap Agus.

Agus menambahkan, surat bernomor: 170/133/404.040/2019 itu sudah diteken Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko. Isinya, permohonan pembukaan wilayah operasional ojol di Ngawi. Dengan didasarkan pada aspirasi masyarakat setempat serta peraturan perundang-undangan yang berlaku. Di samping itu juga mengacu pada kaidah kesepakatan mengenai keberadaan ojol di Ngawi yang bertujuan pada empat hal. ’’Poin kesepakatan pertama, ojol di Ngawi keberadaanya untuk meningkatkan perekonomian,’’ ujanya.

Kedua, kata dia, mengurangi pengangguran. Berikutnya, membantu aktivitas masyarakat dengan adanya layanan ojol tersebut. Dan yang terakhir, memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat khususnya terkait ketersediaan transportasi umum di Bumi Orek-orek. ’’Kurang lebih intinya seperti itu,’’ terangnya.

Dari upaya tersebut tentu yang diharapkan baik oleh pihak pemerintah daerah, dalam hal ini DPRD, maupun pengemudi ojol di Ngawi sudah pasti PT Gojek Indonesia menerima tawaran tersebut. Sehingga puluhan pengemudi ojol yang belum lama ini dipecat perusahaan lamanya bisa kembali bekerja. Namun, sayangnya hal itu belum bisa dipastikan. ’’Kami kan hanya membantu mengirimkan surat ini, tindak lanjutnya seperti apa kurang tahu,’’ ungkapnya.

Menurut Agus, yang berupaya untuk membantu para pengemudi ojol tersebut sebenarnya DPRD Ngawi. Pihaknya hanya membantu menindaklanjuti dengan mengirim surat kepada PT Gojek Indonesia. Namun, menurut Agus, masalah permohonan itu diterima atau tidak itu tergantung keputusan pihak perusahaan digital atau start-up asli Indonesia tersebut. ‘’Kita tunggu saja responsnya seperti apa, kalau memang mereka menyetujui dan mau buka wilayah di Ngawi ya tidak apa-apa,’’ ungkapnya. (tif/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close