Dewan Sidak PPDB di Sekolah Pinggiran, Sebaran Siswa Lebih Merata

69

MOH. UBAHIL ISLAM, Wakil Ketua Komisi D DPRD Ponorogo

‘’Di sekolah pinggiran, penerapan zonasi sudah cukup memeratakan sebaran siswa. Yang membuat pendaftaran sekolah di kota ramai sampai membeludak itu lebih karena mindset orang tua saja.’’

PONOROGO – Sekolah di pinggiran merasakan imbas positif dari penerapan sistem zonasi. Hal itu diungkap Komisi D DPRD Ponorogo usai meninjau hasil penerimaan peserta didik baru (PPDB) di sejumlah SMPN di Ngebel dan Jenangan. Sidak tersebut menindaklanjuti hearing terkait polemik PPDB di SMPN 1 Ponorogo. ‘’PPDB di sekolah pinggiran tidak menemui masalah berarti,’’ kata Wakil Ketua Komisi D DPRD Moh. Ubahil Islam Senin (22/7).

Jumat pekan lalu (19/7), Ubahil dan sejumlah koleganya dari komisi D meninjau hasil PPDB di SMPN 1 Ngebel. Sekolah lain di sekitar seperti SMPN 2 Satu Atap Ngebel dan SMPN 1 Jenangan juga dikonfirmasi. Misi Ubahil cs sederhana, hanya ingin membandingkan hasil PPDB SMPN di kota yang dipandang favorit dengan yang di pinggiran. Rupanya, zonasi sudah cukup memeratakan sebaran siswa di Ngebel dan Jenangan. ‘’Di SMPN 1 Jenangan misalnya, terpenuhi 137 dari total pagu 160 siswa. Ini sudah sesuai kondisi di lapangan,’’ bebernya.

Di seputar Ngebel, lanjut Ubahil, sebagian besar siswanya masuk ke SMPN 1 dan SMPN 2 Satu Atap. Namun, ada sebagian warga Ngebel yang bersekolah di SMPN 1 Jenangan. Kendati demikian, hal itu sah lantaran jarak tempat tinggal siswa yang memang lebih dekat ke Jenangan. ‘’Untuk sebagian siswa, jika dilihat dari sisi jarak dan medan jalannya, memang lebih dekat dan mudah ke Jenangan,’’ ujar Ubahil.

Politisi PKB itu menyimpulkan, penerapan sistem zonasi sudah cukup mampu memeratakan sebaran siswa. Sekolah di pinggiran yang tadinya sepi mampu terisi lantaran siswa tak harus mendaftar ke sekolah-sekolah yang dicap favorit di wilayah kota. Meski tak dimungkiri masih banyak yang melakukan hal itu. ‘’Di sekolah pinggiran, penerapan zonasi sudah cukup memeratakan sebaran siswa. Yang membuat pendaftaran sekolah di kota ramai sampai membeludak itu lebih karena mindset orang tua saja,’’ tuturnya.

Ada sejumlah poin masukan untuk evaluasi ke depan. Paling utama, dindik harus memahami sebaran siswa SD dan sederajat di tiap-tiap kecamatan sebelum menggodok zonasi. Dengan demikian, sebaran siswa dapat semakin merata. ‘’Pemerataan juga perlu diimbangi sarpras sekolah dan kompetensi gurunya. Agar PPDB semakin profesional,’’ pungkasnya. (naz/c1/fin/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here