Madiun

Dewan Pendidikan Minta In Lounge Disanksi

MADIUN – Temuan empat pelajar sedang pesta minuman keras (miras) di sebuah tempat hiburan malam (THM) Jalan Bali mengundang keprihatinan luas dari sejumlah pihak. Apalagi, mereka yang terjaring razia oleh petugas gabungan dari POM AU Lanud Iswahjudi, polisi, dan Satpol PP Kota Madiun pada Sabtu (16/3) dini hari lalu itu masih anak baru gede (ABG).

Sekretaris Dewan Pendidikan Kota Madiun Eddie Sanyoto mengatakan, perilaku pelajar maupun pemuda saat ini begitu ironis. Benteng agama tidak lagi menjadi panutan dan malah sudah ditinggalkan. ’’Wajar jika terpengaruh gaya hidup bebas,’’ ungkapnya kemarin (17/3).

Menurut dia, persoalan semacam ini tak seharusnya terjadi apabila pihak sekolah mampu mememaksimalkan program pendidikan karakter. Dia juga mendorong pelajar yang terjaring razia pada akhir pekan lalu itu mendapatkan sanksi moral dan pembinaan dari sekolah. Supaya ada efek jera. ‘’Kasus ini mencederai ikon Kota Madiun sebagai kota pendidikan,’’ ujar Eddie.

Di samping itu, lanjut dia, ada ketegasan dari satpol PP untuk memberikan sanksi teguran hingga ancaman penutupan usaha terhadap pengelola THM tersebut. Karena dianggap telah teledor membiarkan pelajar masuk ke kelab malam tanpa melalui pemeriksaan kartu identitas. ‘’Yang pasti, THM tersebut (In Lounge, Red) harus diberi peringatan atau sanksi. Karena memperbolehkan anak di bawah umur mengonsumsi miras di tempat mereka,’’ terang Eddie.

Dansatpom AU Lanud Iswahjudi Letkol Pom Muhammad Achyar menyatakan, temuan pelajar sedang pesta miras di In Lounge itu sudah diserahkan ke satpol PP. Di sana diharapkan keempat pelajar tersebut mendapatkan pembinaan. ’’Karena mereka tergolong masih anak dibawah umur,’’ katanya.

Berdasar data yang diperoleh Jawa Pos Radar Madiun, adapun empat pelajar yang terjaring operasi gabungan (opsgab) pada Sabtu lalu itu berasal dari sebuah SMA dan madrasah negeri di Kota Madiun. Masing-masing adalah BM, RES, MYL, dan AP.

Selepas di data oleh satpol PP, mereka kemudian diserahkan kembali ke orang tuanya. Tentunya setelah mengisi surat pernyataan. ’’Mereka kami data dan buat surat pernyataan. Sedangkan, untuk THM kami akan berikan pembinaan,’’ kata Plt Kabid Penertiban Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Madiun, Sunarto.

Sementara itu, Kepala Cabdindik Jatim wilayah Madiun-Ngawi Supardi mengaku prihatin mendengar adanya temuan pelajar Kota Madiun yang terjaring razia oleh petugas saat sedang pesta miras di sebuah THM. Menurut dia perbuatan sejumlah pelajar itu sudah melanggar norma dan etika moral. ’’Pelajar yang seharusnya bisa menatap masa depan yang lebih cerah malah melakukan hal seperti itu,’’ katanya saat dihubungi Minggu siang.

Sebagai tindak lanjut, pihaknya bakal melakukan identifikasi terhadap pelajar tersebut. Setelah itu membahasnya dalam sebuah forum kepala sekolah (kepsek) terkait tindakan preventif yang bisa dilakukan oleh pihak lembaga agar kasus tersebut tak terulang.

Kendati kasus itu terjadi di luar jam sekolah. Namun, Supardi mengungkapkan permasalahan ini merupakan tanggung jawab bersama. Dengan demikian, orang tua perlu dilibatkan dalam pembinaan dan pengawasan. ‘’Perlu penguatan pendidikan karakter, peran guru tidak hanya memberikan pengetahuan melainkan pembinaan. Selain itu, para orang tua juga dituntut untuk mengawasi perilaku sosial anak mereka,’’ tandasnya. (her/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close