Dewan Minta Pemkot Madiun Perhatikan Perajin Batik Lokal

45

MADIUN – Polemik pengadaan batik tradisional keris Pemkot Madiun makin meruncing. Tidak kebagiannya jatah perajin batik lokal atas pengadaan itu memancing reaksi anggota DPRD Kota Madiun. Mereka menyoal ada kesalahan perencanaan pengadaan dalam program tersebut. “Tidak seharusnya satu OPD. Tetapi, beberapa OPD,” kata ketua komisi I DPRD Kota Madiun Dwi Djatmiko Agung Subroto, Rabu (10/7).

Namun demikian, dia mengaku tidak menyalahkan sistem pengadaan batik tradisional keris itu. Karena semua sudah sesuai prosedur. Sebab, alokasi pengadaannya mencapai Rp 1,6 miliar. Sehingga prosesnya harus melalui lelang. “Kalau per OPD bisa dilakukan penunjukan langsung,” ujar politikus PDIP tersebut.

Legislator yang sering disapa Kokok Patihan itu menambahkan, ke depannya harus ada perubahan sistem perencanaan pada pengadaan batik. Supaya para perajin lokal juga bisa mendapatkan jatah kegiatan tersebut. Sekaligus memgembangkan ekonomi kreatif UMKM Kota Madiun. “Kegiatan pelatihan dan pameran batik yang setiap tahun digelar oleh pemkot terasa sia-sia. Karena mereka ujung-ujungnya tidak kebagian jatah program batik dari pemkot,” terangnya. (her)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here