Dewan Geram Silpa 2018 Masih Lumayan Tinggi

25

PACITAN – Tingginya Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) 2018  membuat DPRD Pacitan berang. Ada selisih hingga Rp 245 miliar antara pendapatan dan belanja daerah. Itu terungkap dalam rapat paripurna membahas Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Pacitan pekan lalu. ‘’Jumlah itu besar sekali. Itu jadi perhatian kami,’’ kata Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono kemarin (3/4).

Dia menyayangkan banyak organisasi perangkat daerah (OPD) yang mengklaim telah melaksnakanan program sebaik-baiknya.  Padahal, tingginya silpa merupakan indikator belum terlaksananya seluruh program sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Pacitan. ‘’Untuk itu, kami akan berikan beberapa rekomendasi program ke depan,’’ ujarnya.

Pihaknya telah melakukan sejumlah pencermatan. Menurut dia, pelayanan kesehatan masih minim. Ronny pun berangan Pacitan punya sejumlah rumah singgah untuk pelayanan kesehatan dan konsultasi dengan dokter, menerima layanan observasi, pemeriksaan gigi serta layanan rujukan. ‘’Sedangkan puskesmas diupayakan jadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) seperti rumah sakit,’’ bebernya.

Dia juga meminta program penanganan kesejahteraan sosial ditingkatkan. Salah satunya pemutakhiran database penerima bantuan sosial. Pihaknya tidak ingin penerima bantuan salah sasaran dan berakibat kecemburuan sosial hingga ketimpangan di masyarakat. ‘’Ini jadi pekerjaan rumah pemerintah daerah. Harus sesuai semboyan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok lebih baik dibanding hari ini,’’ tegasnya.

Sementara Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo menyebut silpa masih dalam tahap wajar. Pasalnya,  dalam penggunaan anggaran sejumlah OPD juga terkendala bencana alam. Seperti banjir dan tanah longsor. ‘’Karena kejadian-kejadian itu (bencana, Red) kami tidak bisa memaksakan diri. Kami sudah upayakan penggunaan anggaran sebaik- baiknya,’’ klaimnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here