Fasilitasi Keluhan Eks Ojol, Dewan Ajak Dishub ke Jakarta

47

NGAWI – Di pihak lain, Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto Jatmiko berjanji bakal membantu mencarikan solusi atas permasalahan yang dialami para pengemudi ojek online (ojol). Terutama mereka yang baru saja diputus kemitraannya oleh Grab secara sepihak dan tanpa alasan yang jelas. ‘’Saya rasa upaya yang bisa dilakukan pemerintah daerah dari masalah itu ya mencarikan solusi kedepan seperti apa,’’ ungkap Antok, sapaan akrabnya, Rabu (15/5).

Sehari sebelumnya, kata dia, pihaknya sempat menerima masukan dan keluhan dari perwakilan pengemudi ojol, khususnya mantan mitra Grab di Ngawi. Di mana saat ini ada sekitar 90 persen dari jumlah mereka yang diputus kemitraannya secara sepihak oleh Grab. Dengan alasan karena menyalahi kode etik yang ditetapkan perusahaan tersebut. ‘’Semua keluhannya sudah ditampung, dan langsung kami hubungkan juga dengan dinas perhubungan (dishub),’’ ungkapnya.

Secara aturan, lanjut Antok, keberadaan para pengemudi ojol tersebut sudah terwadahi dalam Permenhub 12/2019 tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat. Namun, dari apa yang diharapkan para pengemudi ojol itu menurut Antok lebih pada meminta solusi kepada pemkab atas nasib mereka ke depan. ‘’Mereka memang tidak mempermasalahkan (pemutusan mitra) itu,’’ sebut politikus PDIP tersebut.

Sebaliknya, terang Antok, yang diharapkan para pengemudi ojol Ngawi itu pemkab mau membantu memfasilitasi mereka untuk berkomunikasi dengan operator lain. Dalam hal ini perusahaan transportasi online lainnya, yakni Gojek. ‘’Sejauh ini penghasilan mereka sebagai pengemudi ojek online juga lumayan, bisa mencapai Rp 100 ribu perhari,’’ ungkapnya.

Sementara di sisi lain, pihaknya juga merasa keberadaan transportasi online di Ngawi sekarang manfaatnya sangat positif bagi masyarakat. Karena itu pihaknya cukup responsif dalam menyikapi permasalahan yang dialami puluhan pengemudi ojol tersebut. ‘’Atas dasar itu kami akan berupaya memfasilitasi harapan mereka (pengemudi ojol),’’ ungkapnya.

Mengenai bentuk fasilitasi yang dilakukan DPRD, Antok menjelaskan pihaknya meminta kepada dishub untuk membantu komunikasi dengan perusahaan transportasi online lain. Misalanya, dalam waktu dekat pihak dishub bersama perwakilan pengemudi ojol bakal ke Jakarta. ‘’Untuk memohon supaya perusahaan tersebut mau masuk ke Ngawi dan mewadahi para pengemudi ojol yang sebelumnya sudah aktif dalam dunia itu untuk menjadi mitra kerja mereka,’’ paparnya.

Sementara itu, mengenai permasalahannya dengan Grab, Antok mengaku pihaknya tak memiliki ruang untuk menjangkau perusahaan itu. Baik secara aturan maupun yang lainnya. ‘’Makanya upaya yang bisa dilakuan pemerintah lebih pada memberikan solusi kedepan,’’ jelasnya. (tif/her/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here