Dewan Desak Tambahan Personel dan Srapras BPBD

20

PACITAN – DPRD Pacitan mendesak pemkab setempat menambah personel badan penanggulangan bencana daerah (BPBD). Itu untuk mengantisipasi potensi bencana di Pacitan yang sangat tinggi. Mulai kekeringan pada musim kemarau hingga banjir dan longsor pada musim penghujan. ‘’Kami minta BPBD menambah personel, sehingga bencana bisa ditangani dengan baik,’’ kata Ketua DPRD Pacitan Ronny Wahyono kemarin (2/4).

Menurut Ronny, rasio personel BPBD dan warga Pacitan jomplang. Terlebih kategori bencana juga tidak diketahui. Harapannya, dengan tambahan personel, penanganan bencana lebih cepat dan efektif. ‘’Intinya, penanganan bencana harus cepat. Ada istilahnya golden time, sehingga kasus darurat bisa terselesaikan dengan baik,’’ ujarnya.

Dia juga minta diimbangi tambahan sarana dan prasarana (sarpras) pendukung. Mulai kendaraan operasional, alat evakuasi, perahu karet dan lainnya. Sebab, tanpa dukungan sarpras, tambahan personel muspro. Personel tidak bisa berbuat banyak jika tidak didukung sarpras memadai. ‘’Jangan sampai minimnya peralatan membuat petugas BPBD hanya diam saat butuh bantuan mendesak kepada korban bencana. Misalnya korban terjebak banjir,’’ ungkapnya.

Rony meminta pembentukan desa tangguh bencana makin diintensifkan. Sebab, warga yang mengikuti pelatihan mampu memberi tindakan darurat lebih cepat dibanding personel BPBD yang harus menempuh perjalanan jauh. Warga desa tangguh bencana mampu mandiri memberi bantuan ke korban. ‘’Misalkan membuat dapur umum sebelum bantuan BPBD datang. Juga membuka akses darurat,’’ tegasnya.

Atas desakan tersebut, Wakil Bupati Pacitan Yudi Sumbogo belum bisa memutuskan. Pihaknya bakal melihat kondisi di lapangan. Terutama kebutuhan personel. Pasalnya,  perlu mempertimbangkan beban anggaran. ‘’Nanti kami lihat kondisinya. Karena untuk tambahan personel perlu efisiensi anggaran yang tidak diperlukan lainnya,’’ tuturnya.

Yudi menyebut Pemkab Pacitan sudah merekrut 192 tenaga fasilitator program rekonstruksi dan rehabilitasi bencana 2017 di bawah naungan BPBD. Terdiri dari tenaga teknis, pemberdayaan dan administrasi. ‘’Tambahan ini untuk pendampingan perbaikan rumah warga terdampak bencana,’’ tambahnya. (odi/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here