Pemprov Gantung Nasib GTT-PTT?

Redaksi 12 Januari 2017 12:34:25 PM views : 88 Pendidikan
img

KOTA – Dunia pendidikan, khususnya di Ponorogo, sedang menghadapi ujian berat. Itu setelah alih kelola SMA/SMKN negeri dari pemkab ke Pemprov Jatim yang mulai diberlakukan Januari 2017. Kini nasib guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT-PTT) SMA/SMK negeri menggantung.

Itu lantaran belum ada kejelasan dari Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim terkait status maupun honornya. Saat ini pihak sekolah masih mendata jumlah GTT-PTT melalui Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA/SMK negeri. ‘’Kami masih nunggu hasilnya,’’ kata Kepala Cabang Dindik Wilayah Ponorogo Provinsi Jatim Bambang Supriyadi kemarin (11/1).

Hasil pendataan tersebut, lanjut Bambang, akan disampaikan ke Dindik Jatim. Berikutnya akan dibahas melalui rapat koordinasi (rakor) untuk tindak lanjutnya. Kendati belum jelas, Bambang menyebut kemungkinan keputusannya akan sama dengan daerah lain. GTT-PTT honorer daerah (honda), dengan aturan baru ini jadi tanggung jawab pemprov. ‘’Sedangkan di luar honda, tetap dibiayai bantuan operasional siswa (BOS) atau iuran komite,’’ paparnya.

Sedangkan GTT-PTT yang tidak memiliki Nomor Unik Pendidik Dan Tenaga Kependidikan (NUPTK) Bambang juga belum tahu keputusannya. Dia akan menanyakan dalam rakor di pemprov nanti. Sebab, kewenangan cabang dinas hanya sebatas pelaksana teknis di daerah. ‘’Jadi kami bisa menjawab semua itu setelah rakor nanti,’’ ungkapnya.

Saat ini di Ponorogo terdapat 80 lembaga SMA/SMK di bawah naungan Cabang Diknas Provinsi Jatim. Rinciannya, SMAN 16 lembaga, SMKN delapan lembaga, SMA Swasta 11 lembaga, dan SMK Swasta 38 lembaga. Selain itu, PLB negeri dua lembaga dan PLB swasta lima lembaga. Sekolah swasta tidak terlalu terpengaruh, karena pengelolaannya di bawah yayasan. ‘’Hanya pelayanannya yang ikut cabang diknas provinsi,’’ pungkasnya.

Realisasi Angkutan Cerdas Sekolah Meleset

MASIH terkait pendidikan. Realisasi program angkutan cerdas sekolah (ACS) yang digagas Pemkab Ponorogo meleset dari rencana. Sesuai jadwal, mestinya siap Januari ini. Namun, diprediksi molor hingga bulan depan. ‘’Awalnya hanya di wilayah perkotaan,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo Djunaedi, kemarin (11/1).

Namun, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni juga menghendaki ACS melintas di kecamatan pinggiran. Sedangkan anggaran yang telah disiapkan hanya untuk rute di wilayah perkotaan. Pun sejumlah rute baru ditambahkan. Di antaranya, Kecamatan Sawoo, Bungkal, Slahung, Badegan, Sukorejo, Pulung, dan Jenangan.

Sehingga, rute pun menjadi dua wilayah (perkotaan dan pinggiran). Konsekuensinya, jumlah armada ACS juga harus ditambah. Idealnya 40 unit angkodes. ‘’Anggaran Rp 1,1 miliar hanya untuk biaya sewa 33 unit angkodes. Jadi untuk sekarang belum bisa menambah lagi,’’ jelasnya sembari menyebut anggaran itu dipangkas dari usulan Rp 1,5 miliar.

Untuk sementara, pihaknya bakal mengoptimalkan armada yang ada. Evaluasi akan dilakukan sembari jalan. Armada dengan rute sepi peminat bakal dialihkan. Sebab, dia memprediksi rute pinggiran cukup banyak peminatnya.

Sehingga, jumlah calon penumpang yang jadi pilot project juga bertambah. Dari rencana awal sekitar 500 jadi 600-an pelajar. Kendati begitu, prinsipnya, semua pelajar boleh memanfaatkan ACS. Pemkab bakal terus mencukupi jika animo masyarakat baik. ‘’Kami prediksi Februari nanti sudah jalan,’’ ujarnya.

Kasatlantas Polres Ponorogo AKP Imam Mustolih mendukung program ACS ini. Menurut dia, jika terealisasi akan cukup berpengaruh untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) yang melibatkan pelajar di bawah umur. ‘’Angkanya sangat memprihatinkan,’’ ungkap Imam Mustolih kemarin.

Di mejanya tercatat 346 kali kejadian lakalantas sepanjang 2016. Sedangkan 112 kali di antaranya melibatkan pelajar dengan 20 korban meninggal. Penyebabnya, banyak pelajar di bawah umur mengendarai kendaraan bermotor. Jumlahnya sekitar 27 ribu pelajar. ‘’Penindakan tidak mungkin tanpa solusi. Makanya kami bersinergi dengan pemkab dalam ACS ini,’’ jelasnya sembari menyebut ACS sudah mendesak. (tif/agi/sat)

Tag :

Related Post