Nyangkut di Perlintasan KA, Kena Denda Rp 27 Juta

Redaksi 12 Januari 2017 12:16:12 PM views : 132 Peristiwa
img

NGAWI – Kedatangan kereta Malioboro Ekspres dan Kereta Matarmaja terpaksa molor dari jadwal. Pemicunya truk pengangkut backhoe nopol B 9399 UEI yang dikemudikan Toni Tricahyodianto, warga Desa Sirigan, Kecamatan Paron, tersangkut bantalan rel, saat melintas di pintu perlintasan kereta api nomor 26. Akibatnya sopir truk harus mendapat sanksi berupa denda mencapai puluhan juta rupiah. ‘’ Keterlambatan mencapai 27 menit, hitung sendiri kalau denda permenitnya mencapai satu juta,’’ terang Manager Humas PT KAI Daop VII Madiun Supriyanto, kemarin.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madiun, insiden tersebut terjadi pada selasa malam sekitar pukul 23.00. Bermula saat Toni-sapaan akrab Toni Tri Cahyodianto sopir truk berencana pulang ke Ngawi, pasca mengantar escavator dari kecamatan Kendal. Saat berangkat truk tersbeut melalui jalur Magetan, sedangkan pulangnya melalui jalur Paron. ‘’Hitungan denda dimulai dari berapa menit KA terlambat,’’ katanya

Supri mengatakan insiden nyangkutnya truk tersebut mengacaukan jadwal kedatangan kereta jurusan jurusan Jogja-Malang dan kereta jurusan Malang Pasar Senen, Jakarta. Sebab, badan truk menutup seluruh perlintasan kereta api. Hingga tidak memungkinkan kereta melintas baik disisi barat maupun timur. Hingga rata-rata kedatangan kereta terlambat hampir 30 menit dari jadwal. Kondisi itu, berdampak karambol pada molornya jadwal kedatangan sejumlah kereta lain yang melintas di jalur selatan. ‘’Jadi bukan hanya dua kereta itu (Malioboro dan Matarmaja) tapi kereta lain juga ikut terimbas, karena telat,’’ tegasnya.

Dia mengatakan kacaunya jadwal sejumlah kedatangan kereta membuat pihaknya merugi. Pertama biaya operasional akan membengkan, karena penggunaan genset mesin yang digunakan untuk operasional jalannya kereta. Belum lagi komplain dari pelanggan perusahaan sepur itu termasuk kemungkinan pengembalian pembelian tiket. ‘’ Kami sudah susah payah membangun image baik di mata masyarakat, jelas kami tidak ingin tercederai,’’ katanya.

Supri mengatakan besaran denda itu sudah dihitung tim perusahaan milik BUMN itu, pasca mendapat informasi terkait dengan insiden tersebut. Dia meminta petugas segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan evakuasi. Agar perjalanan kereta tidak terganggu. ‘’ Karena lebih cepat akan semakin lebih baik,’’ tegasnya.

Toni sopir truk nahas itu mengatakan berencana pulang ke Ngawi, pasca mengantar escavator. Awalnya dia mengakui elintas dari arah Magetan, hingga tidak ada kendala berarti. Hanya saja saat kembali ke Ngawi dia memilig melintas melalui jalur Paron, dengan dalih jarak tempuh. Tapi kendala mulai menghampiri saat melintas di perlintasan KA Paron, karena truk yang dikemudikannya tidak mulus melintas. Sebaliknya terganjal oleh rel, sehingga berhenti todal. Badan truknya menutup seluruh perlintasan kereta api. ‘’ Truknya tersangkut. Roda belakang sudah ngambang karena rel terlalu tinggi, ‘’ tambahnya.

Mengetahui truknya tersangkut, Toni berupaya mencari solusi, namun upayanya gagal. Dia akhirnya menyerah dan mencari bantuan. Truk tersebut akhirnya diganjal dengan bantalan kayu. Hingga hampir satu jam evakuasi baru berhasil. ‘’ Akhirnya pakai bantalan, agar ada pancatan. Kami mundurkan, dan berhasil, ‘’ tambahnya.

Sementara jalur Ngawi-Mantingan semakin tidak bersahabat dengan penguna jalan. Setidaknya dua truk terguling seharian kemarin di jalur tengkorak itu. Nahas pertama menimpa truk gandeng nopol AG 9823 HA yang dikemudikan Suparmin. Truk pengangkut smapah kertas itu terguling akibat kondisi jalan bergelombang , hingga muatan tumpah ruah ke jalan. ‘’Kalau over tonase tidak mungkin, ini muatan sampah kertas, lebih ringan, yang jelas jalannya bergelombang, jelek,’’ keluhnya.

Truk pengangkut limbah kertas lainnya juga ikut celaka , nyaris bersamaan. Lokasinya, hanya selemparan batu dari lokasi pertama. Hal itu karena As kendaraan yang dikemdikan Suparno mengalami patah. Hingga sampah kertas yang ada sempat berhamburan. Truk juga nyaris terguling dan disangga dengan bambu. ‘’Ini (limbah kertas) dari Kudus mau diantar ke Tulungagung,’’ katanya.

Diseruduk Panther, Minten Tewas

JALAN di Ngawi benar-benar sudah tidak aman lagi bagi penguna jalan. Tidak hanya jalan nasional, sekelas jalan desa juga ‘meminta’ nyawa. Minten misalnya warga jalan Perkutut, Desa Beran Kecamatan/Kabupaten Ngawi harus meregang nyawa setelah ditumbur Isuzu Panther N 365 KR yang dikemudikan Kariono, warga Perum Griya Inti Permata, Pasuruan.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ngawi peristiwa memilukan itu terjadi kemarin (11/1) sekitar pukul 05.30. Bermula saat Minten jalan pagi dan dituntun Sugiyanti. Mereka berjalan dari arah timur ke barat. Searah dibelakangnya muncul isuzu panther yang dikemudikan Kariono. Diduga PNS tersebut tidak konsetrasi hingga mobil berwarna silver itu langsung menabrak dua perempuan didepannya. ‘’Korban langsung terpental dan tidak sadarkan diri,’’ Kanit Laka Satlantas Polres Ngawi, IpdaMiftachul Huda.

Kedua perempuan yang tergeletak di jalan, lantas dirujuk ke RS At-Tin Husada untuk menjalani perawatan. Sayang warga jalan Perkutut itu tidak mampu bertahan lebih lama, akibat mengalami patah tulang pinggul sebelah kanan hingga meninggal dalam perawatan. Sedangkan Sugiyanti hanya mengalami babras disejumlah bagian tubuhnya. ‘’ Dan masih trauma dengan kejadian itu, ‘’ tambahnya

Pria dengan balok satu dipundak itu belum bisa menyimpulkan penyebab pasti kejadian. Dugaan sementara, sopir mobil tidak memperhatikan kondisi lalu lintas di depannya saat mengemudikan mobilnya. Hingga saat ini pihaknya mengaku masih melakukan penyidikan. Setelah melakukan olah tempat kejadian perkara, dan dan mencatat keterangan tiga saksi termasuk Sugiyanti dan istri Kariono. ‘’ Kami belum bisa beri kesimpulan. Masih penyidikan, ‘’ tuturnya.

Dia memnambahkan usai kejadian tersebut mobil Isuzu Panther Nopol N 0365 KR yang menawasakan Minten diamankan ke Pos laka lantas 1 yang terletak di Karangtengah Prandon. Mobil tersebut disita sebagai barang bukti. ‘’ BB sudah kami amankan, sopir masih dimintai keterangan intensif, ‘’ katanya. (odi/pra)

Tag :

Related Post