Pendidikan Gratis Wassalam!

Redaksi 12 Januari 2017 12:06:13 PM views : 206 Pendidikan
img

MAGETAN – Ribuan wali murid SMA/SMK di Magetan mulai tahun depan harus merogoh kocek lebih dalam. Mereka harus membayar sumbangan penyelenggaraan pendidikan (SPP) anak-anaknya yang menempuh pendidikan di sekolah menengah atas. ‘’Baru diberlakukan pada tahun ajaran 2017/2018. Jadi, sampai semester genap tahun ini berakhir masih gratis,’’ kata Kepala SMAN 1 Plaosan Aris Sudarmono, kemarin (11/1).

Aris menjelaskan, besaran SPP yang akan dibebankan ke wali murid adalah Rp 70 ribu per siswa. Biaya itu kelak menjadi pendamping dana bantuan operasional sekolah (BOS). Dia memerinci, kebutuhan operasional setiap murid diperkirakan sekitar Rp 2,5 juta-Rp 3 juta per tahun. Sedangkan nominal dana BOS yang diterima hanya Rp 1,4 juta.

Menurut Aris, duit sebesar Rp 70 ribu itu sudah cukup untuk menutup kekurangan anggaran untuk meng-cover kebutuhan operasional siswa. ‘’Uang SPP itu masih di luar untuk keperluan lain. Untuk KBM (kegiatan belajar-mengajar, Red) seperti pembelian buku akan dilakukan pungutan sendiri,’’ jelasnya.

Dia menuturkan, sebelum pengelolaan beralih ke pemprov, untuk operasional KBM pihaknya mengambil dari dana BOS. Juga bantuan para wali murid dan APBD Magetan. Di sisi lain, pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut terkait petunjuk teknis (juknis) dan petunjuk pelaksanaan (juklak) SPP tersebut dari Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Cabang Magetan. ‘’Nanti kami akan koordinasi. Pertemuan yang sudah dilakukan masih sebatas perkenalan,’’ ujarnya.

Kepala SMKN 1 Bendo Ekko Soeprajitno mengaku sudah memberikan sosialisasi kepada anak didiknya seputar SPP yang kembali diberlakukan mulai tahun depan. Pun pihaknya masih menunggu juknis dan juklaknya. ‘’Untuk kelas teknik nanti sebesar Rp 130 ribu, sedangkan non teknik sekitar Rp 100 ribu. Perbedaannya lebih kepada penggunaan untuk sarana praktik lapangan,’’ paparnya.

Terpisah, Kepala Dindik Jatim Cabang Magetan Yusuf belum bisa dikonfirmasi terkait pemberlakuan SPP. Saat didatangi Jawa Pos Radar Magetan dia enggan memberikan keterangan dengan dalih masih repot menata kantor yang baru saja ditempati. ‘’Maaf, minggu depan saja. Ini saya masih pusing mikir menata ruangan,’’ ujarnya.

Sekadar diketahui, kewajiban membayar SPP itu seiring keluarnya surat edaran (SE) Gubernur Jawa Timur (Jatim) 120/71/101/2017 tertanggal 4 Januari lalu. Pungutan kepada wali murid diberlakukan dengan alasan minimnya anggaran pendidikan tingkat SMA/SMK yang kini pengelolaannya sudah berpindah ke tangan pemprov. (mg3/isd)

Tag :

Related Post