Makam Terdampak Tol Manker Akhirnya Direlokasi

Redaksi 12 Januari 2017 11:47:44 AM views : 174 Peristiwa
img

PILANGKENCENGBukan kematian benar menusuk kalbu, keridaanmu menerima segala tiba. Penggalan puisi Chairil Anwar ini sepertinya tepat untuk menggambarkan kerelaan hati para ahli waris. Mereka harus menghadapi kenyataan relokasi makam keluarganya demi mendukung pembangunan Tol Mantingan-Kertosono (Manker).

Setelah menanti lama, mengaproyek nasional itu akhirnya menggusur area pemakaman di Desa Purworejo dan Kedungrejo di Kecamatan Pilangkenceng, kemarin (11/1). Di dua desa berhimpitan itu, ratusan makam mulai dipindahkan ke lokasi pemakaman yang baru. Ahli waris bersama warga dan perangkat desa setempat memulai aktivitas relokasi itu sejak pukul 07.00. Dengan menggunakan cangkul, makam yang telah ditandai dengan patokan kayu itu digali satu per satu. Mengingat jenazah rata-rata telah terkubur sejak lama, proses bongkar makam berlangsung alot. Lantaran tanah liat sudah begitu melekat dengan pusara. ‘’Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Sekarang, warga sudah tidak merasa was-was lagi bakal kehilangan sanak saudaranya,’’ terang Bambang Sumitro, Kades Purworejo.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Pasalnya, sejak awal area pemakaman itu sudah lama menjadi target pembebasan megaproyek Tol Manker. Warga menanti hingga tiga bulan lebih sampai akhirnya mendapat kepastian realisasi relokasi makam tersebut. Terhitung sejak proposal tanah pengganti diajukan pada September lalu. ‘’Meskipun baru dipindah sekarang, kami yakin prosesnya kelar sampai tuntas,’’ jelasnya.

Seluruh prosesi pemindahan kerangka makam ini ditanggung penuh oleh pejabat pembuat komitmen (PPK) Tol Manker. Mulai biaya selamatan massal, peti jenazah, pembuatan nisan, hingga biaya transportasi ke lokasi pemakaman baru yang jaraknya sekitar 500 meter dari pemakaman lama. Total biaya yang harus dikeluarkan mencapai Rp 2 miliar. ‘’Namun, untuk biaya selamatan individu ditanggung setiap ahli waris,’’ paparnya.

Bambang memastikan, lokasi pemakaman untuk 599 jenazah yang baru terbilang lebih luas. Dari luasan 1.000 meter persegi menjadi 2.000 meter persegi untuk menampung sebanyak 599 jenazah. Dari total itu, sebanyak 17 makam tidak dapat ditelusuri identitasnya. ‘’Karena tidak ada ahli waris yang mengakuinya, maka pemindahan kerangka bakal ditanggung oleh pihak panitia,’’ tegasnya.

Untuk mempermudah proses pemindahan ratusan kerangka jenazah, pemdes setempat membagi warga dalam 10 kelompok yang masing-masing terdiri dari 10 warga. Setiap harinya mereka ditarget merelokasi 20 kerangka. Tujuannya agar pemindahan 599 jenazah itu dapat terselesaikan dalam kurun 30 hari ke depan. Setidaknya Pemdes Purworejo telah menyiapkan dua jenis peti berukuran 80 sentimeter. Bagi jenazah yang masih utuh disiapkan peti berukuran 160 sentimeter. ‘’Lebih cepat tentu lebih baik agar pembangunan tol berjalan lancar,’’ jelasnya. (mg6/fin)

Tag :

Related Post