Remaja Indigo 4 Bulan Menghilang

Redaksi 11 Januari 2017 12:30:41 PM views : 81 Infrastruktur
img

MAGETAN – Sudah empat bulan pasangan Sugito, 39, dan Yunarti, 40, warga Dusun/Desa Tanjung, Kecamatan Bendo, terus-terusan bersedih. Itu terjadi setelah anak sulungnya Rohmatul Adha menghilang. Pun meski sudah dilaporkan dan ditangani polisi, hingga kini remaja 13 tahun tersebut belum diketahui rimbanya. ‘’Kami juga sudah tanyakan ke ‘orang pintar’,’’ ujar Yunarti, kemarin (10/1).

Yunarti mengatakan, Fatul –sapaan akrab Rohmatul Adha- tidak kelihatan batang hidungnya sejak 10 September 2016 lalu. Hari itu sekitar pukul 03.00, dirinya dan sang suami menutup batu bata karena gerimis turun. Yunarti sempat melihat Fatul masih tidur di kamarnya.

Satu jam berselang, ketika dicek kembali, Fatul sudah tidak ada di kamar. Awalnya dia tidak curiga lantaran sang anak terbiasa bangun sekitar pukul 04.00, kemudian azan subuh di musala desa setempat. Namun, saat adzan berkumandang yang terdengar bukan suara Fatul, melainkan remaja lainnya.

Semula Yunarti tidak curiga. Baru saat hingga pukul 06.30 Fatul belum pulang ke rumah dia kebingungan. Setelah dicek ke musala, siswa kelas VII madrasah tsanawiyah itu ternyata tidak ada di tempat. Pun saat ditanyakan ke tetangga sekitar, mereka kompak menggeleng. ‘’Siangnya ada temannya bertanya kenapa Fatul tidak masuk sekolah. Kami rahasiakan dengan menjawab kalau izin ke rumah saudaranya,’’ papar Yunarti.

Yunarti menyebut sehari sebelum menghilang, ada sedikit kejadian yang menimpa Fatul. Salah seorang guru menegur model potongan rambut garis-garis Fatul yang mirip salah seorang artis sinetron remaja. Pun sorenya saat ekstrakurikuler pramuka, remaja bertinggi badan sekitar 140 sentimeter dan berat 25 kilogram itu ditegur pembina terkait potongan rambutnya. ‘’Akhirnya jadi bahan tertawaan teman-temannya sampai menangis. Itu yang diceritakan temannya. Tapi kalau menurut saya teguran itu sifatnya lebih menasehati,’’ tuturnya.

Saat pulang ke rumah, dilihatnya mata Fatul sedikit memerah. Ketika ditanya, sang anak menyebut bekas kucekan karena kemasukan debu. Yunarti pun tidak curiga sama sekali. Pun saat sulung dari dua bersaudara itu memberitahu akan ikut jalan sehat keesokan harinya. ‘’Saya diam saja karena berpikir jalan sehat itu acara sekolah. Belakangan baru menyadari kalau itu mungkin tanda pergi dari rumah,’’ terang Yunarti dengan mata berkaca-kaca.

Sugito mengaku sudah melapor ke Polsek Bendo setelah tiga hari pencarian Fatul tidak membuahkan hasil. Pun dirinya mencari keberadaan sang anak hingga ke rumah kerabatnya di Ponorogo dan Nganjuk. Selain itu, meminta bantuan ‘’orang pintar’’. ‘’Semuanya bilang Fatul tidak hilang diculik, tapi dibawa makhluk halus,’’ tuturnya.

Dia menyebut Fatul merupakan sosok pendiam dan suka menyendiri. Pun terbilang indigo karena memiliki kemampuan melihat dimensi lain termasuk makhluk halus. ‘’Hari ke-20 hilang, Fatul tiba-tiba menelepon bibinya yang ada di Singkawang (Kalimantan Barat). Tapi nomornya itu disembunyikan. Anak saya berpesan agar saya dan istri sudah tidak perlu mencarinya. Katanya dia sudah hidup aman dan tidak usah dikhawatirkan,’’ paparnya.

Saat menghilang dari rumah, kata dia, Fatul diyakini tidak membawa apa-apa. Uang tabungan, handphone, dan sepeda ditinggal. Yang dibawa hanya celana jins biru dan baju putih lengan panjang. ‘’Sudah saya tanyakan ke semua rumah, bahkan sampai masuk Desa Pingkuk. Tapi tidak ada yang sempat melihat anak saya,’’ terangnya.

Sementara itu, Kapolsek Bendo AKP Daeng Winarto belum bisa memberikan keterangan saat hendak dikonfirmasi terkait perkembangan pencairan Fatul. Pesan WhatsAppyang dikirim Jawa Pos Radar Magetan tidak mendapat respons. (mg3/isd)

Tag :

Related Post