SDN Klecorejo 03 Porak-Poranda

Redaksi 11 Januari 2017 12:05:18 PM views : 109 Peristiwa
img

MEJAYAN – Beginilah kondisi SDN Klecorejo 03 yang sekarang sudah rata dengan tanah. Kedua ruang di sekolah ini roboh lantaran tak mampu lagi menahan atap yang sudah disangga dengan sebilah bambu. Genteng kedua ruang yang roboh itu pun terlempar hingga ke halaman kelas dan berserakan.

Pasca sekolah itu kurang diminati warga sekitar, jumlah siswanya pun berkurang. Imbasnya, sisa siswa yang masih bertahan di SDN Klecorejo 03 pun harus di-regroup dengan SDN Klecorejo 01 sejak tujuh tahun silam. Tidak ada angin tidak ada hujan, pada akhirnya bangunan tua korban re-grouping itu roboh dengan sendirinya, kemarin (10/1). ‘’Kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB,’’ jelas Sumarsono, warga setempat.

Menurut pria 51 tahun itu, bangunan sekolah bercat hijau dan krem itu memang sudah rapuh. Material kayu yang digunakan untuk bangunannya bukan kayu jati yang kokoh, melainkan hanya kayu meranti. Bangunannya pun tergolong tua karena telah berdiri sejak 1.974 silam. ‘’Untungnya saat roboh, bangunannya sudah tidak terpakai lagi,’’ jelasnya.

Diakui Sumarsono, pihaknya sempat meyangga atap bangunan SD itu dengan sebilah bambu. Sebab, kondisi kuda-kuda atap yang rapuh berpotensi roboh setiap saat. Namun, lantaran bambu tidak mampu menahan beban yang begitu berat dari material atap dan genteng, bangunan pun roboh. ‘’Beruntungnya lagi, hari ini tidak ada anak-anak yang bermain,’’ paparnya.

Kepala UPTD TK dan SD Mejayan Joko Setiyono mengatakan, pihaknya berjanji bakal mempercepat proses pembongkaran pascamelihat kondisi bangunan yang sudah roboh itu. Sebab, jika dibiarkan bakal membahayakan siswa yang kerap bermain di lokasi tersebut saat jam istirahat berlangsung. ‘’Kami sudah mengusulkan untuk dibongkar tahun lalu. Namun, baru sebatas koordinasi dan belum ditindaklanjuti,’’ jelasnya.

Joko mengaku, pihaknya sempat galau dengan pemanfaatan bekas material robohan bangunan SD sebelum mengajukan permohonan untuk pembongkaran. Apakah material kayu serta gentengnya nanti bakal disimpan atau dimanfaatkan kembali. ‘’Namun, tampaknya sudah tidak dapat dimanfaatkan lagi. Sudah rapuh, jadi tidak masalah jika sekarang dibongkar,’’ tegasnya.

Joko pun membenarkan jika bangunan kelas dengan luas masing-masing 6 x 7 meter itu sudah tidak ditempati. Semua siswa sudah bergabung dengan SDN Klecorejo 01. Jika dirobohkan, maka tidak akan menganggu kegiatan belajar mengajar (KBM). ‘’Justru jika dibiarkan bakal membahayakan. Kami bakal bergotong royong dengan penduduk untuk merobohkan. Genteng yang kondisinya masih bagus akan kami hibahkan kepada penduduk yang membutuhkan,’’ pungkasnya. (mg6/fin)

Tag :

Related Post