Ponorogo

Desember Kasus Covid-19 Diprediksi Tembus 2.000

Boleh Electone tapi tanpa Jogetan

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Pemkab Ponorogo harus bekerja ekstrakeras untuk mengendalikan kasus Covid-19. Jika tidak, diprediksi bisa tembus 2.000 kasus hingga akhir 2020 nanti. ‘’Pengendalian Covid-19 saat ini butuh upaya ketat,’’ kata Ketua Harian Satgas Penanggulangan Covid-19 Ponorogo Agus Pramono kemarin.

Statemen Agus itu dilontarkan dalam rapat koordinasi yang digelar di pusat pengendalian dan operasi (pusdalops) penanganan Covid-19. Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, kepolisian, dan TNI juga hadir dalam rapat tersebut.

Sesuai paparan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Ponorogo Rahayu Kusdarini, kasus Covid-19 di Bumi Reyog bisa terus melonjak hingga Desember nanti. ‘’Kalau tidak ada penanganan, Desember diprediksi bisa mencapai 2.000 kasus,’’ beber sekda Ponorogo itu.

Kemarin semua pihak yang terlibat dalam satgas sepakat memperketat penegakan protokol pencegahan Covid-19. Dasarnya, surat edaran (SE) bupati terkait aturan kegiatan di masa pandemi. Acara kesenian seperti reyog obyok tiap tanggal 11, wayangan, dangdutan, ludruk, dan lainnya, ditiadakan. ‘’Acara pernikahan diizinkan dengan syarat yang ketat,’’ jelasnya.

Khusus pernikahan, jumlah peserta (termasuk undangan dan panitia) tidak boleh lebih dari 100 orang. Hiburan electone boleh, tapi tidak untuk joget bareng. Kegiatan olahraga juga dilarang karena protokol Covid-19 sulit diterapkan ketat. ‘’Di lapangan, camat, kapolsek, dan danramil dapat memimpin penertiban jika memang ada yang melanggar,’’ tegas Agus. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close