Desakan Normalisasi Sungai Grindulu Bangkit Kembali

81

PACITAN – Banjir yang menerjang sebagian wilayah Pacitan Rabu pekan lalu (6/3) membuat warga terdampak meradang. Menurut mereka, kondisi tersebut tidak akan terjadi jika normalisasi Sungai Grindulu direalisasikan. ‘’Kalau dinormalisasi sejak dulu, mungkin kejadiannya tidak seperti ini. Karena itu, normalisasi mendesak dilakukan,’’ kata Ketua Komunitas Cah Kali Pacitan Irwan Ismuratno kemarin (11/3).

Akibat amuk Sungai Grindulu pekan lalu, permukiman warga di Desa Sirnoboyo, Kembang (Pacitan), dan Tremas (Arjosari), terendam. Sebagian warga harus dievakuasi ke pos pengungsian dan tempat aman lainnya. Termasuk hewan ternak. Mereka juga masih trauma dampak banjir bandang akhir  2017 lalu. ‘’Apalagi ada tanggul yang jebol juga,’’ ujarnya.

Irwan heran normalisasi tidak kunjung dilakukan. Padahal, ancaman banjir sangat nyata. Sungai Grindulu mengalami pendangkalan akut. Bahkan, di Karangrejo hanya menyisakan jarak sekitar satu meter bahu jalan. Sedangkan permintaan normalisasi sudah sering disampaikan saat musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). ‘’Kami juga sampaikan surat permohonan ke Balai Besar Wilayah Sungai Bengawan Solo (BBWSBS),’’ tutur Irwan.

Desakan tersebut bukan hanya keinginan pribadi atau komunitasnya. Melainkan mewakili warga hampir di seluruh Pacitan. Khususnya, di Daerah Aliran Sungai (DAS) Grindulu. Antara lain di Kecamatan Pacitan (kota), Kebonagung, Tulakan, Pringkuku, Arjosari, hingga Bandar. Menurut dia, mereka pun membubuhkan tanda tangan sebagai lampiran permintaan normalisasi Sungai Grindulu. ‘’Sebenarnya yang berkepentingan banyak. Termasuk warga Desa Kembangan,’’ tambah Irwan.

Saking geramnya, komunitasnya sempat berencana menggugat BBWSBS dan Pemkab Pacitan. Hingga saat ini, rencana itu  masih dalam tahap konsultasi dengan praktisi hukum. Dalam gugatannya, warga minta ganti rugi akibat bencana banjir dampak luapan Sungai Grindulu. ‘’Ternyata memang terjadi. Ada yang rugi akibat rumahnya tergenang,’’ ungkapnya.

Dengan kejadian banjir pekan lalu, Irwan dan komunitas lainnya membulatkan keinginan menuntut normalisasi Sungai Grindulu. Pihaknya masih mengupayakan berbagai cara agar normalisasi benar-benar dilakukan. Mulai menggelar aksi bersama simpatisan lainnya hingga berkirim surat ke kementerian dan presiden. ‘’Masak dari semuanya tidak ada yang bisa,’’ sergahnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here