Ponorogo

Desak Mundur Kasun di Kunti lewat Surat Kaleng

PONOROGO – Barangkali tak perlu berlebihan menanggapi protes atas kinerja salah satu kepala dusun (kasun) di Desa Kunti, Kecamatan Bungkal. Sebab, protes itu hanya dilewatkan secarik kertas yang tak jelas siapa pengirimnya. Alias kaleng.

Bagaimanapun, surat tersebut patut dijadikan peringatan keras bagi seluruh perangkat desa untuk sepenuhnya melayani masyarakat. Jangan sampai mereka hanya memakan gaji buta karena tidak maksimal menjalankan tugasnya. Meski begitu, surat itu tetap ditanggapi pemerintah kecamatan. ‘’Kami sudah panggil kepala desa dan mencoba mengklarifikasi sekaligus mencari fakta terkait surat kaleng tersebut,’’ kata Camat Bungkal Jemain.

Jemain tak menampik fakta yang diutarakan dalam surat kaleng tersebut. Kasun yang bersangkutan telah absen beberapa bulan. Hal itulah yang membuat beberapa kelompok warga geram sehingga menuliskan surat kaleng tersebut. ‘’Tapi tidak bisa langsung begitu saja memecat. Sebelum kami memanggil yang bersangkutan,’’ ujarnya.

Pihaknya telah menerima surat tersebut, Jumat lalu (8/2). Pihaknya juga tidak mengetahui secara pasti surat tersebut dikirim oleh siapa. Kepala desa memberikan keterangan bahwa yang bersangkutan memang telah absen selama lima bulan. ‘’Tetap kami berikan surat peringatan,’’ tegas Jemain.

Setelah surat peringatan itu, pihak kecamatan bakal melakukan evaluasi. Jika tak ada perubahan, yang bersangkutan berisiko disanksi pemecatan. Tentunya, setelah pemerintah kecamatan mengetahui pasti penyebab ketidakhadiran kinerja lima bulan tersebut. ‘’Kami belum mengetahui alasannya apa. Itu yang akan kami gali,’’ terangnya.

Tidak ingin dianggap memberikan sanksi sepihak, pihaknya bakal memanggil yang bersangkutan hari ini (13/2). Dengan demikian, pihaknya dapat mengetahui masalah yang melatarbelakangi tentang kinerja yang tiba-tiba menurun drastis. Sebelumnya yang bersangkutan dinilai baik di mata warga. ‘’Selama ini yang bersangkutan baik-baik saja. Bisa jadi ada masalah yang melatarbelakangi,’’ terkanya.

Keterangan sementara yang diterima, turunnya kinerja disebabkan salah satu anaknya meninggal dunia akibat kecelakaan. Sejak itulah, yang bersangkutan diduga depresi. ‘’Tapi, keterangan itu masih perlu kami klarifikasi. Kepastiannya tunggu besok (hari ini, Red),’’ jelas Jemain.

Pihaknya berharap publik dapat bijak tentang informasi yang telah mencuat di media sosial (medsos) tersebut. Apalagi di tahun politik ini. Semuanya tetap harus melalui kajian dan telaah yang proporsional. ‘’Jangan ditelan mentah-mentah,’’ ucapnya. (mg7/c1/fin) 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close