AdvertorialNgawi

Desak Eksekutif Tingkatkan PAD dan Belanja Langsung

Maksimalkan Pelaksanaan saat PAPBD

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Pendapatan asli daerah (PAD) dan belanja langsung menjadi dua hal yang paling disorot DPRD Ngawi saat menggelar rapat paripurna pengesahan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2019 Rabu (1/7). Meski dalam pelaksanaan APBD tahun 2019 secara umum sudah baik, PAD dan belanja langsung, khususnya belanja modal, perlu ditingkatkan. ‘’Kami selaku lembaga legislatif akan terus mendorong supaya keduanya bisa lebih ditingkatkan untuk tahun 2020 ini,’’ kata Ketua DPRD Ngawi Dwi Rianto ”Antok” Jatmiko.

Mengenai capaian kinerja, khususnya realisasi APBD, juga tidak luput dari sorotan dewan. Sebab, kata Antok, meski sudah baik namun ditemukan fakta bahwa pada APBD 2019 sisa lebih pembiayaan anggaran (silpa) jumlahnya hingga Rp 262 miliar. ‘’Saya kira pemerintah daerah juga harus memberikan perhatian terhadap kondisi tersebut. Jangan sampai tahun depan silpa itu masih tinggi,’’ ujarnya.

Untuk pelaksanaan APBD 2020 ini, pihaknya menargetkan bisa lebih dimaksimalkan pada perubahan APBD. Itu mengingat kondisinya sejak beberapa bulan lalu masih pandemi Covid-19. Pun dari laporan pertanggungjawaban pelaksanaan (LPP) APBD 2019 itu, diketahui bagian mana saja yang perlu dievaluasi untuk pelaksanaan APBD berikutnya. ‘’Karena LPP APBD ini nanti kan rangkaiannya berlanjut di PAPBD. LPP itu sebagai salah satu acuan kami bersama pemerintah daerah untuk menyusun perubahan APBD,’’ jelasnya. (tif/c1/odi/adv)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close