Desa Watukarung Menghangat, Ada Dugaan Kecurangan Pilkades

71

PACITAN – Puluhan warga Desa Watukarung, Pringkuku, ngeluruk Pendapa Pemkab Pacitan, Selasa (9/10). Tujuannya, menemui Bupati Pacitan Indartato untuk menyampaikan ketidakpuasan atas hasil pemilihan kepala desa (pilkades) setempat Minggu lalu (7/10). Perwakilan tim pemenangan calon kepala desa (cakades) nomor urut  1 Darmadi tersebut menuding petugas penghitungan suara tidak netral. ‘’Salah seorang di antaranya keluarga cakades nomor urut 2,’’ kata Aris Saruso, ketua tim pemenangan cakades Darmadi.

Kecurangan lainnya, sebut Aris, ada saksi yang melihat oknum berinisial S sengaja merusak surat suara. Indikasi itu muncul setelah surat suara yang dipegang ditusuk dengan kuku. Pun mereka menuding suara yang sebelumnya memilih cakades Darmadi dinyatakan tidak sah lantaran ada lubang yang dibuat oknum tersebut. ‘’Pernah ditegur, tapi oknum itu menyangkal,’’ ujarnya.

Hasil penghitungan pun hanya berselisih satu lidi alias satu suara. Cakades Darmadi mendapat 552 suara sedangkan nomor urut 2 Wiwit Pheni meraup 553 suara. Sementara jumlah surat suara rusak mayoritas nomor satu. Pihaknya keberatan dengan hasil pilkades kemarin dan mendesak tim pengawas tingkat kabupaten menanggapi keluhan mereka. ‘’Total surat suara rusak 18, padahal warga sudah antusias saat coblosan kemarin,’’ terangnya.

Anung Dwi Ristanto, pendukung cakades Wiwit Pheni, menyerahkan sepenuhnya pada peraturan yang berlaku atas keberatan pihak rival. Namun, dia yakin tahapan Pilkades Watukarung sudah sesuai aturan. ‘’Terkait aduan itu, sebenarnya secara prinsip sudah jelas dan sederhana, karena sudah tertuang di Perda 9/2018 dan Perbup 20/2018 tentang Pilkades Serentak,’’ jelasnya.

Terkait sejumlah item aduan tersebut, Anung berharap ada alat bukti yang cukup untuk mendukung. Pasalnya, jika tidak, dia yakin tak bisa ditindaklanjuti. Bahkan, mengarah fitnah lantaran menyebut nama seseorang. ‘’Dia (oknum S, Red) duduk di mana dan bertugas sebagai apa, itu juga diatur ketua panitia. Bukan jadi panitia atas inisiatifnya, tapi ditunjuk BPD,” ujar Anung yang juga anggota DPRD Pacitan itu.

Sementara Bupati Pacitan Indartato berjanji bakal menindaklanjuti aduan itu. Namun, masih perlu mempelajari dulu. Jika tim pengawas menemukan indikasi kecurangan bakal dituntaskan paling lama 30 hari. Sementara potensi gesekan antarwarga, pihaknya bakal berkoordinasi dengan Polres Pacitan untuk membantu pengamanan. ‘’Mudah-mudahan bisa cepat, setelah mempelajari bukti dan lainnya. Itu yang akan kami gunakan untuk menyelesaikan masalah,’’ tutur Indartato. (mg6/c1/sat)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here