Depo Arsip Perpustakaan Magetan Masih Sempit

59

MAGETAN – Permasalahan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Magetan bukan hanya seputar ruang pelayanan yang tidak ideal. Namun, juga depo arsip. Ruang untuk menyimpan arsip pemerintah itu juga tidak ideal. ’’Rencana mau dibuatkan depo arsip baru,’’ kata Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Arpus Kabupaten Magetan Dwi Suprih.

Menurutnya, yang ada sekarang belum sesuai dengan aturan main dalam Perka Arsip Nasional 31/2015 tentang Pedoman Pembentukan Depo Arsip. Padahal, keberadaannya sangat vital dalam menyimpan arsip Pemkab Magetan. Sudah menjadi komitmen Bupati Magetan Suprawoto untuk memenuhinya. ’’Rencana pembangunan itu baru 2020 mendatang,’’ ujarnya.

Dia menjelaskan, ada lahan kosong di SD Tambran yang bisa dibangun. Namun, prosesnya masih panjang. Status lahan itu harus dipastikan aset Pemkab Magetan. Agar tidak muncul permasalahan di kemudian hari. ’’Rencana di sana, tapi pastinya di mana masih belum tahu. Kami ngikut saja,’’ tuturnya.

Dwi menyampaikan, tidak masalah jika depo arsip berpisah dengan kantor dinas arpus. Karena depo sifatnya seperti gudang. Namun, ada standardisasi yang harus dipatuhi. Sedangkan untuk mengembangkan depo arsip yang kini eksis, tidak memungkinkan. Sudah tidak ada lahan yang bisa digunakan. Mengingat untuk mengembangkan ruang layanan perpustakaan saja sudah keteteran. ’’Harus keluar dari sini untuk membangun gedung baru,’’ terangnya.

Standardisasi itu, kata dia, bukan hanya dari pengelolaan. Melainkan dari bangunan pula. Truk pengangkut arsip harus bisa mundur dan masuk ke gedung. Sehingga, pada saat membongkar arsip yang dikirim dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) dapat dilakukan di dalam gedung. Tidak boleh di luar gedung atau halaman. Nah, yang sekarang ini dilakukan depo arsip, bongkar arsip dilakukan di luar gedung. ’’Karena truk tidak bisa masuk,” ungkapnya.

Depo arsip yang sekarang juga masih belum menampung semua arsip Pemkab Magetan. Sebab, tidak semua OPD menyerahkan arsip mereka. Hanya arsip statis yang diserahkan ke depo arsip untuk dijaga. Arsip lain memang bisa disimpan oleh masing-masing OPD. Arsip itu bisa dimusnahkan dalam jangka tertentu. ’’Tapi, pengelolaan arsip di OPD masih belum maksimal. Belum mengarah ke pengamanan arsip,’’ terangnya.

Lantaran menyimpan arsip penting, depo arsip harus dijaga kelembapannya. Agar arsip tersebut tidak dimakan jamur atau rayap. Saat ini, pengatur suhu ruangan di depo arsip sudah dipenuhi. Boks penyimpan arsip foto juga sudah tersedia. Dari sarpras bangunan, sudah dipenuhi. Hanya tinggal keluasan gedungnya. ’’Untuk mengamankan arsip, kami juga mendigitalisasi arsip,” pungkasnya. (bel/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here