Ponorogo

Denda Berlipat di Urip Sumoharjo-Diponegoro

PONOROGO, Radar Ponorogo – Dua ruas jalan di Ponorogo diproyeksikan jadi kawasan tertib lalu lintas (KTL). Yakni, Jalan Urip Sumoharjo dan Jalan Diponegoro. Pelanggaran di kedua ruas jalan tersebut dendanya bakal lebih besar. ‘’Kelayakan dua ruas jalan itu memenuhi persyaratan KTL,’’ kata Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP Bambang Prakoso Senin (18/11).

Bambang menyebut, ada beberapa syarat ruas jalan jadi KTL. Antara lain, infrastruktur yang baik dan dilengkapi fasilitas memadai. Misalnya, rambu dan markah jalan, zebra cross, penerangan jalan, alat pengendali atau isyarat, trotoar, sampai median jalan dan ketersediaan lahan parkir. ‘’Selain itu, pelanggar lalu lintas di dua ruas ini termasuk minim. Karena itu masuk persyaratan,’’ ujarnya.

Pekan lalu, tim inspeksi meninjau kelayakan dua ruas jalan tersebut. Mereka tergabung dalam Forum Lalu Lintas Angkutan Jalan (LLAJ) Jatim. Terdiri Ditlantas Polda Jatim, Dishub Jatim, DPU Bina Marga Jatim, serta kalangan akademisi. ‘’Setelah inspeksi, harapannya bisa semakin ideal sebagai KTL,’’ tutur Bambang.

Menurut Bambang, ada konsekuensi atas penetapan KTL di kedua ruas jalan tersebut. Pengguna jalan wajib tertib berlalu lintas. Sebab, denda yang dikenakan lebih besar. Misalnya, denda pelanggaran tidak mengenakan helm. Di ruas lain umumnya Rp 100 ribu, di KTL dendanya bisa mencapai Rp 200 ribu.

Pun pihaknya berancang-ancang KTL tidak hanya di dua ruas tersebut. Salah satunya juga di Jalan H.O.S. Cokroaminoto. Rencana itu akan diikuti perbaikan infrastruktur serta penambahan fasilitas pendukung. Khususnya, rambu lalu lintas dan alat pemberi isyarat lalu lintas. ‘’Dengan banyaknya KTL di kawasan kota, harapannya bisa meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas yang tertib sesuai aturan,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close