Demi Lomba Desa, Bangun Patung Ganesa, Jadi Pergunjingan

264

PACITAN – Patung Ganesa di pertigaan Desa Semanten, Pacitan,  jadi rasan-rasan. Pasalnya, patung yang baru sekitar sepekan lalu dibangun tersebut merupakan salah satu dewa dalam keyakinan agama tertentu. Padahal di Pacitan, khususnya Semanten, tidak ada peninggalan sejarah yang berbau kebudayaan atau agama tersebut. ‘’Nggak tahu kok bisa ada patung seperti itu,’’ kata Mulyadi, warga setempat, kemarin (25/3).

Dia menilai pemilihan patung tersebut tidak cocok. Pasalnya, tidak berhubungan sama sekali dengan Pacitan, khususnya Semanten. Menurut dia, lebih layak jika yang dipajang patung tokoh pahlawan. Panglima Besar Jenderal Sudirman misalnya. Alasannya, Pacitan jadi lokasi gerilya Sudirman saat agresi Belanda. ‘’Saya lebih suka patung pahlawan. Yang cocok Jenderal Sudirman, karena ada sejarahnya di Pacitan,’’ ujarnya.

Sedangkan Lukman Hadi, salah seorang pengendara yang melintas di simpang tiga itu, mengaku patung tersebut mencuri perhatiannya. Dia penasaran alasan pemasangan patung tersebut. Meski dari sudut pandang estetika bagus, dia menilai patung Ganesa tersebut tidak pas. ‘’Perasaan di sini (Pacitan, Red) tidak ada candi, kok ada patung seperti itu. Makanya penasaran,’’ tuturnya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaam Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pacitan Budiyanto mengaku tidak tahu-menahu perihal pembangunan patung tersebut. Menurut dia, patung tersebut bukan dinasnya yang membuat. Dia menduga Pemerintah Desa Semanten. ‘’Bukan kami, Pemerintah Desa Semanten mungkin,’’ katanya.

Kepala Desa Semanten Muhammad Muhaimin membenarkan patung Ganesa tersebut dibangun pemdes setempat. Menurut dia, patung Ganesa dianggap sebagai lambang dewa ilmu. Bahkan, Institut Teknologi Bandung (ITB) pun mengunakan sebagai lambang kampus. Pun tidak ada hubungan dengan nama Jalan Tentara Pelajar di salah satu ruas Pertigaan Semanten itu. ‘’Tidak ada kaitan lain-lain. Cuma mengambil hikmahnya. Siapa tahu warga Semanten banyak yang kuliah di ITB,’’ bebernya.

Keberadaan patung Ganesa tersebut diklaim bukan kali pertama ada. Bahkan, dia menyebut almarhum Maryono, mantan kades setempat, juga melakukan hal yang sama sebelumnya. Lokasinya sekitar lima kilometer dari pertigaan Semanten. Pemilihan patung tersebut, kata dia,  hasil rembukan dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.

Menurut dia, pemasangan patung tersebut memang dadakan. Itu untuk memeriahkan lomba desa. Untuk anggaran pengadaannya, Muhaimin belum bisa menyebut lantaran belum dilaporkan kepadanya. Dia mengklaim cukup murah. Pasalnya, berbahan bata ringan. Patung itu dipasang pada 19 atau 20 Maret lalu. ‘’Kalau ada yang komplain, setelah lomba desa bisa dipindah,’’ tegasnya. (odi/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here