Ponorogo

Demi Jaga Kondusivitas setelah Didemo Tiga Kali, Ketua DPRD Turuti Mahasiswa

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Penolakan UU Cipta Kerja (Ciptaker) berlanjut. Senin (12/10), untuk ketiga kalinya, mahasiswa dari berbagai elemen kembali berunjuk rasa di depan gedung DPRD Ponorogo. ‘’Kami akan terus menggelar aksi sampai menang,’’ kata Muhamad Maruf, aktivis Aliansi Mahasiswa Ponorogo (AMP).

Aksi kali ini melibatkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Lingkar Studi Ponorogo (LSP), mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ponorogo, dan Universitas Muhammadiyah Ponorogo (Umpo).

Ratusan massa berkumpul di Stadion Batoro Katong mulai sekitar pukul 12.00 sebelum bergerak ke depan gedung dewan. Mereka mulai berorasi sekitar pukul 15.00. Selain berorasi, mereka juga menggelar aksi duduk dan teatrikal di jalan. Mahasiswa mendesak DPRD menyampaikan aspirasi ke pemerintah pusat. ‘’UU Ciptaker merugikan masyarakat kecil dan lingkungan,’’ kecam Maruf.

Mahasiswa menuding DPR RI dan pemerintah tidak peduli buruh dan rakyat. Sebab, banyak pasal dalam omnibus law yang memberatkan. Bahkan, lebih berpihak investor asing dibanding pekerja tanah air. ‘’Kalau tidak didengar, kami akan menggelar aksi lebih besar lagi. Ini masih 50 persen,’’ ancamnya.

Ketua DPRD Ponorogo Sunarto dan sejumlah anggotanya menemui massa. Sunarto bersedia membuat surat pernyataan menyalurkan aspirasi mahasiswa ke DPR RI. Dia berharap sikapnya dapat meredam emosi mahasiswa. ‘’Kami akan kawal sampai pusat. Kami tidak berpikir DPR RI atau induk partai kami akan menyetujui, tapi ini demi menjaga kondusivitas Ponorogo,’’ janjinya. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close