Della Juara Dunia Aritmatika, Raih Medali Emas International Competition Arithmatic di China

199
JAWARA HITUNG: Ardella Eka Kurniasari berhasil meraih Piala Grand Champion (Juara 1) International Competition Arithmatic di Guangzhou, China, pada 20 Juli lalu.

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Prestasi tingkat dunia diraih Ardella Eka Kurniasari. Setelah siswa kelas IV SDN 05 Madiun Lor itu berhasil meraih Juara I International Competition Arithmatic di Guangzhou, China, pada 20 Juli lalu.

Della –panggilan Ardella Eka Kurniasari– berhasil mencatatkan raihan waktu tercepat berhitung mengalahkan 700 peserta dari 17 negara dari seluruh dunia. Di mana dalam waktu empat menit Della mampu menyelesaikan total 70 soal. Catatan tersebut sesuai dengan rata-rata waktu ketika latihan.

Hasil itu sekaligus menambah deretan prestasi pelajar kelahiran 18 Agustus 2018 tersebut di kancah internasional. Sebelumnya, sulung dua bersaudara pasangan Sugiharto-Diyanita itu meraih Juara II International Competition Arithmatic di Malaysia pada 2017. ‘’Bangga tentunya bisa mengharumkan nama Indonesia,’’ kata Sugiharto, sang ayah, saat ditemui di kediamannya di Jalan Sidomakmur, Perum Pesona Griya Kencana Blok A nomor 5, Winongo, Kota Madiun, Minggu (28/7).

Langkah Della meraih prestasi tingkat internasional itu tidak mudah. Dia terlebih dahulu harus melalui seleksi dan tahapan yang ketat. Seperti mengikuti seleksi ajang National Competition Sempoa Buah Hati di Hotel Aston Madiun pada Februari lalu. Dalam ajang tersebut, Della meraih Juara I. ‘’Dari kompetisi itu kemudian lanjut ke tingkat internasional,’’ ujarnya.

Atas keberhasilannya itu, Della bakal melenggang ke Meksiko mewakili Indonesia tahun depan. Supaya bisa kembali mengharumkan nama Kota Madiun, dia berusaha menggenjot kemampuan dengan rajin berlatih. ‘’Sudah sejak TK kami melihat Della ini memiliki kemampuan berhitung yang cukup baik. Karena itu, kami terus memberikan dukungan,’’ ungkap sang ayah.

Della tertarik dalam bidang aritmatika sejak masih duduk di bangku TK. Awalnya hanya belajar menggunakan alat sempoa selama setahun. Selain berlatih di rumah, Della juga mengikuti les tambahan aritmatika. Dari situlah kemampuannya terasah. Untuk menghitung dia tidak memerlukan alat hitung. ‘’Anaknya sejak kecil memang pendiam,’’ ujar Sugiharto sembari menyebut bahwa cita-cita Della ingin menjadi seorang dokter.

Tidak terhitung berapa kali dia mengantongi juara di berbagai lomba. Mulai Juara I National Competition Sempoa Buah Hati di Malang 2017 lalu, Juara I National Competition Sempoa Buah Hati di Hotel Aston Madiun 2018, dan berbagai kejuaraan lainnya. ‘’Intinya tetap kami tanamkan untuk disiplin waktu,’’ tuturnya.

Kedisiplinan itu diajarkan Sugiharto kepada Della dalam bentuk ketertiban waktu belajar. Bahkan di waktu libur pun, Della memilih belajar aritmatika di rumah. ‘’Semoga terus dapat mempertahankan prestasi ini,’’ harapnya. (mg7/her/c1/bar/*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here