Delete 7.503 Pemilih Ganda

64

NGAWI – Daftar pemilih dalam pemilihan gubernur (Pilgub) Jawa Timur semakin menyusut. Sebab, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngawi resmi mencoret 7.503 pemilih yang masuk daftar pemilih sementara. Jumlah tersebut membengkak pasca menerima rekomendasi dinas kependudukan dan pencatatan sipil (disdukcapil) untuk mencoret 4.122 pemilih siluman lantaran tak masuk di database kependudukan. ’’Jumlah pemilih Ngawi tidak sampai tujuh ratus ribuan, seperti yang terdaftar di DPS sebelumnya. Karena ada tujuh ribuan yang kami coret,’’ kata Ketua KPU Ngawi Syamsul Wathoni kemarin (20/4) di aula Hotel Sukowati, Ngawi.

Dalam daftar pemilih sementara (DPS) sebelumnya tercatat 707.100 calon pemilih, kini menyisakan 699.597 daftar pemilih tetap (DPT). Sebanyak 7.503 pemilih di-delete dari daftar. Berdasar verifikasi yang dilakukan pihaknya, terdapat ribuan warga yang berdata ganda masuk dalam DPS. Pihaknya pun melakukan sinkronisasi ke Disdukcapil Ngawi untuk memastikan data dobel itu. Hingga akhirnya diputuskan untuk mencoret data tersebut. ’’Kami sudah plenokan dan menetapkan 699 ribu warga itu di DPT,’’ terang Toni, sapaan Syamsul Wathoni.

Selain karena berdata ganda, pihaknya menemukan warga yang telah meninggal dunia. Selain itu, ribuan data tidak masuk dalam database kependudukan serta beralih profesi menjadi anggota TNI dan Polri. Sehingga, tidak memenuhi syarat sebagai pemilih dalam pemilu Pilgub Jatim mendatang. ’’Sudah sesuai yang disyaratkan, jadi kami coret karena tidak memenuhi syarat,’’ ungkap Toni.

Untuk warga yang memiliki hak pilih namun tidak terdata, dapat langsung datang ke tempat pemungutan suara (TPS). Dengan syarat menunjukkan KTP-el atau surat keterangan (suket) jika KTP-el nya belum tercetak. Selain itu, bagi warga luar Ngawi namun masih berasal dari satu provinsi, bisa menggunakan hak pilihnya di TPS setempat. Sepanjang pemilih tersebut memiliki keterangan pindah memilih dari panitia pemungutan suara (PPS) asalnya. ’’Kami juga lihat jumlah surat suaranya masih tersedia atau tidak,’’ imbuh Toni.

Di sisi lain, KPU juga mengumpulkan seluruh perwakilan partai politik peserta pemilu di Ngawi. Total ada 16 total partai peserta pemilu, setelah Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) memenangkan gugatan di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Dua partai yang sebelumnya dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) akhirnya menjadi peserta pemilihan umum 2019 mendatang. ’’Hari ini (kemarin, Red) kami evaluasi penyelenggaraan tahapan pendaftaran, verifikasi, dan penetapan partai politik peserta Pemilu 2019,’’ ungkap Toni.  (ian/c1/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here