Ngawi

Defisit ASN Pemkab Ngawi Capai Seribu Lebih

Upayakan Seleksi CPNS Tahun Ini

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Harapan warga Ngawi bisa mengikuti seleksi CPNS tahun ini belum tertutup. Bupati Budi ’’Kanang’’ Sulistyono menyatakan seleksi calon abdi negara mendesak dilakukan lantaran defisit aparatur sipil negara (ASN) sudah cukup parah.

Kanang mengungkapkan, tingginya angka defisit ASN lantaran sejak tahun lalu pemkab tidak melakukan penambahan pegawai. Di sisi lain, jumlah abdi negara yang pensiun semakin bertambah. ‘’Maka, tahun ini kami upayakan (seleksi CPNS) diadakan. Utamanya untuk dua (formasi) prioritas yaitu guru dan tenaga medis,’’ ujarnya Selasa (23/6).

Bagaimana dengan anggarannya? Karena sebelumnya badan kepegawaian pendidikan dan pelatihan (BKPP) setempat menyebut dana rekrutmen CPNS sudah dikembalikan ke kas daerah. ‘’Nanti akan kami kembalikan (untuk kegiatan seleksi CPNS 2020). Kan sekadar di-refocusing,’’ kata Kanang.

Dia menuturkan, pada proses perubahan anggaran keuangan (PAK) akhir Juli mendatang anggaran senilai Rp 1,3 miliar itu akan dikembalikan untuk seleksi CPNS. ‘’Tapi tetap menunggu informasi dari Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri, Red) dulu, ada seleksi CPNS atau tidak,’’ tuturnya.

Kanang optimistis pemerintah pusat bakal menggelar seleksi CPNS tahun ini. Setidaknya, dia mengaku sudah diminta menghitung kebutuhan pegawai saat ini. Bahkan, pemerintah pusat mengizinkan jika pemkab mengajukan formasi kebutuhan untuk dua tahun berturut-turut.

Jika mendasar pada jumlah pegawai pensiun tahun lalu dan 2020, kebutuhan ASN Pemkab Ngawi saat ini mencapai seribu lebih. Namun, Kanang memastikan tidak akan merekrut pegawai sebanyak itu. Melainkan hanya melakukan penjaringan untuk formasi prioritas seperti guru, tenaga medis, dan tenaga teknis. ‘’Mungkin tidak sampai 700 formasi,’’ ujarnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close