Debit Air Terus Menyusut, Pintu Waduk Pondok Ditutup

32
MENYUSUT: Volume air Waduk Pondok terus menyusut seiring panjangnya musim kemarau beberapa bulan terakhir.

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Penyusutan volume air di Waduk Pondok semakin ekstrem. Padahal, pintu air untuk keperluan irigasi sawah sudah ditutup. ’’Kisaran turun satu sentimeter setiap hari,’’ kata Suparman, petugas Unit Pengelola Bendungan Waduk Pondok.

Dia menyebut, saat ini volume air di waduk berkisar 7,1 juta meter kubik. Sementara elevasi dari permukaan laut sendiri berkisar 97.60 mdpl. Jumlah tersebut jauh menurun ketimbang usai ditutupnya pintu bendungan Juli silam yang berkisar 8 juta kubik. Kendati sisa air tergolong aman dari volume batas bawah berkisar 5 juta kubik. ’’Waduk mengeluarkan sedikitnya 9 juta meter kubik dalam satu musim,’’ ujarnya.

Penutupan pintu air sudah sesuai kesepakatan dengan para petani. Selain itu, keberadaan air untuk program perawatan waduk. Sebab, jika dikeringkan dikhawatirkan bendungan bakal mudah pecah dan bocor. ‘’Petani sudah paham dan menyadari kondisi waduk,’’ tuturnya.

Jika normal, air waduk digunakan untuk mengairi lahan pertanian di empat kecamatan. Meliputi Bringin, Pangkur, Karangjati, dan Padas. Perinciannya, 22 desa pertanian atau 3.450 hektare lahan. Mengantisipasi minimnya air dari waduk, biasanya petani mengganti tanaman ke tembakau yang lebih minim air. Atau menggunakan sumur dalam untuk mengairi tanaman masing-masing. ’’Setiap tahun pola penutupan kita selalu sama,’’ terangnya.

Suparman menambahkan, tak menutup kemungkinan volume air waduk bakal terus menyusut. Terlebih jika kemarau kali ini tak kunjung berakhir. Sementara, tak banyak air yang terkirim ke waduk sebagai sumber pasokan di musim kemarau. Namun, berkaca dari tahun-tahun sebelumnya, Suparman memperkirakan waduk bakal bertahan hingga musim penghujan. ’’Kalau tampungan total waduk kita cukup banyak, sekitar 32 juta kubik,’’ ungkapnya. (gen/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here