DBD Tembus 56 Kasus, Satu Nyawa Terenggut

62

MAGETAN – Sepanjang Januari sudah ditemukan 56 kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD). Para pasien terdeteksi berasal dari 41 desa di wilayah Magetan. Satu korban di antaranya meninggal dunia. ’’Curah hujan masih tinggi, udara juga lembap. Harus waspada,’’ kata Plt Kepala Dinas Kesehatan Magetan Furiana Kartini.

Dia menjelaskan, dengan kondisi ini akan mempercepat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti  yang menularkan virus dengue itu. Warga harus berperan aktif dalam upaya pencegahan. Khususnya, warga yang barada di wilayah atas atau pegunungan. ’’Bukan lagi di bawah, sudah masuk wilayah pegunungan,’’ ujarnya.

Sementara itu, Direktur RSUD dr Sayidiman Magetan dr Yunus Mahatma Andre SpPD menegaskan bahwa peningkatan ini cukup signifikan. Mengingat dari pekan pertama awal 2019 kemarin setidaknya baru terdapat 15 kasus penyakit demam berdarah. Namun, selang dua pekan pihaknya sudah mendapat laporan bahwa penyakit yang datang setiap musim penghujan itu meningkat bahkan hingga tiga kali dari sebelumnya. Mahatma mengungkapkan bahwa gejala DBD biasanya diawali dengan demam, nyeri otot dan sendi, terdapat bintik/ruam merah di kulit disertai mual dan nyeri ulu hati. ’’Periksakan diri dengan cepat apabila mengalami demam tinggi lima sampai tujuh hari,’’ jelasnya.

Untuk pencegahan, warga bisa menerapkan 3M. Yakni, menguras bak mandi, menutup tampungan air, dan mengubur barang bekas. Bisa juga membuat lavitrap dan perangkap untuk mencegah nyamuk berkembang biak. ’’Kami sudah imbau rumah sakit dan puskesmas untuk menyiapkan SDM dan sarana penunjang, ‘’ pungkasnya. (mgc/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here