DBD Mewabah, Tujuh Warga Masuk Rumah Sakit Bersamaan

123

NGAWI – Wabah demam berdarah dengue (DBD) di Ngawi belum usai. Paling anyar, tujuh penderita dalam satu rukun tetangga (RT) secara bersamaan masuk rumah sakit usai digigit nyamuk Aedes aegypti. Ketujuh penderita itu merupakan warga RT/RW 02/07 Dusun Dadapan, Desa Klitik, Geneng. ‘’Semuanya masuk rumah sakit sejak tiga hari lalu,’’ kata Raminem, warga setempat, kemarin (28/1).

Raminem mengaku sempat waswas wabah DBD di desanya meluas. Ketakutan tersebut sedikit berkurang sesaat setelah lingkungannya mendapat fogging kemarin pagi (28/1). ‘’Penginnya tidak ada korban lagi, takut,’’ ujarnya.

Kepala Dusun (Kasun) Dadapan Iswahyono membenarkan adanya tujuh warga dusunnya yang masuk rumah sakit karena DBD. Dia memerinci, empat dari tujuh penderita tersebut masih anak-anak. ‘’Tiga dewasa, empat lagi usia TK sampai SD,’’ sebutnya.

Dikatakannya, serangan DBD di RT/RW 02/07 kali pertama terjadi sekitar sebulan lalu. Salah seorang warga terserang DBD dengan gejala yang sudah parah. ‘’Sampai mimisan,’’ terang Iswahyono kepada Radar Ngawi.

Terpisah, Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinkes Djaswadi mengatakan bahwa kasus DBD di Ngawi belum masuk kategori kejadian luar biasa (KLB). Bahkan, dia menyebut jumlah penderita tidak mengalami kenaikan signifikan. ‘’Secara berkala, fogging sudah kami lakukan setiap hari,’’ ungkapnya.

Dia tidak menampik bahwa sejatinya fogging merupakan upaya pemberantasan nyamuk yang sudah bisa menggigit. Pengasapan tidak untuk memusnahkan jentik-jentik nyamuk. ‘’Upaya untuk memutus siklus hidup nyamuk Aedes aegypti bisa dilakukan dengan menguras penampungan air, setidak-tidaknya seminggu sekali,’’ ujar Djaswadi. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here