Datangi Latte, Ini yang Dilakukan Tim Labfor Polres Madiun Kota

150

MADIUN – Penyebab kebakaran yang terjadi di kafe Latte pada Senin lalu (31/12) intens diselidiki polisi. Untuk mengungkap kebenarannya, Tim Labfor Polres Madiun Kota datang ke lokasi kejadian kemarin (2/1).

Tim tiba sekitar pukul 09.30. Lalu, sedikit mengorek keterangan dari Pulung Yudi Saputra, karyawan kafe tersebut. Dia dianggap paling mengetahui insiden pada malam pergantian tahun tersebut. Dia pula yang mencopot regulator saat mendapati gas elpiji 12 kilogram yang dipakainya memasak habis.

Selanjutnya, olah tempat kejadian perkara (TKP) dilakukan tim labfor dengan dipimpin Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Suharyono. Mereka meneliti puing-puing kebakaran di belakang kafe tersebut. Fokus tertuju pada dapur kafe yang beralamat di Jalan HOS Cokroaminoto itu.

Kuat dugaan, dari dapur itulah sumber api kali pertama muncul. Lokasinya berada di dekat parkir mobil. Saat olah TKP, Pulung Yudi Saputra diminta mendampingi tim labfor. Lelaki yang bekerja sebagai juru masak itu terlihat beberapa kali menunjukkan posisi peralatan dapur, seperti kompos gas, tabung elpiji, dan oven kepada petugas.

Dari lokasi, personel tim membawa beberapa benda tersebut untuk diteliti lebih lanjut. Misalnya, tabung gas lengkap dengan regulator dan oven. ’’Barang bukti masih kami gali semua. Kami cari dan kumpulkan bukti-bukti yang ada untuk proses lebih lannjut,’’ kata AKP Suharyono.

Hasil analisis sementara, kebakaran dipicu bocornya tabung gas elpiji 12 kilogram. Namun, dari mana asal sumber api masih dalam proses penyelidikan. Karena saat kejadian itu, sesuai keterangan dari karyawan kafe, seluruh kompor dalam kondisi mati. ’’Mungkin ada sisa api dari pemanggang (oven) itu. Tapi, kami masih belum tahu pastinya,’’ ujar Suharyono.

Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 25 juta. Hanya, Suharyono menyebut jumlah itu sebatas penafsiran dari pihak pemilik kafe Latte. ‘’Tapi, masih kami inventarisasi terkait dengan kerugian,’’ tutur mantan kasat reskrim Polres Mojokerto Kota itu.

Sebelumnya, beberapa saksi sudah dipanggil. Pemeriksaan saksi dilakukan terutama untuk mengetahui pasti kronologis kejadian saat itu. Pihaknya tidak mau terburu-buru menentukan adanya unsur kelalaian dalam kejadian tersebut.

Pihaknya masih akan mendalami berbagai keterangan saksi. Termasuk menguji barang bukti yang diamankan dari lokasi kejadian. ’’Kami kumpulkan dulu barang buktinya sesuai hasil yang didapatkan di lapangan sebagai data penyidik untuk melakukan proses lebih lanjut,’’ jelas Suharyono.

Selain itu, hasil labfor dinantikan untuk memberikan gambaran yang jelas terkait peristiwa tersebut. Misalnya, terkait bagaimana dapur kafe bisa terbakar. Tanpa hasil labfor itu, penyelidikan tidak lengkap. Sebab, yang dibutuhkan adalah bukti yang kuat. Keterangan saksi saja tidak cukup. ‘’Jadi, kafe masih belum bisa buka. Minimal sampai nanti olah TKP selesai,’’ ungkap Suharyono.

Karena itu, pihaknya tidak mencopot garis polisi yang dipasang di depan dan di dekat area dapur kafe. Harapannya untuk memperlancar proses penyelidikan di lapangan. ‘’Kalaupun nanti (penyelidikan) dianggap sudah selesai, pasti kami akan (perbolehkan) buka,’’ tandas Suharyono. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here