Dari Wushu, Niken Puji Astuti Moncer di Tinju

85

Niken Puji Astuti kadung akrab dengan pukul-memukul. Latihan ekstra ketat mengantar atlet tinju yang satu ini meraih sejumlah prestasi. Jenis pukul jab menjadi andalannya saat berduel di atas ring.

—————–

DI TENGAH keramaian suasana latihan di sasana tinju, Niken Puji Astuti berkali ulang memukul samsak yang menggantung di sudut ruangan. Beberapa waktu berselang, sarung tinju gadis itu menyasasr telapak tangan pelatihnya yang sudah berpelindung. ‘’Mulainya pukul 15.00,’’ kata Niken sesaat setelah melepas sarung tinjunya.

Gadis 18 tahun itu aktif berlatih tinju sejak 2016. Serius menyelami cabang olahraga yang melambungkan nama Muhammad Ali itu, prestasi demi prestasi berhasil diraihnya dari berbagai kejuaraan. Teranyar, Niken sukses menyabet medali emas Kejuaraan Tinju Amatir se-Jatim 2018 di Ngawi. ‘’Turun di kelas 48 kilogram waktu itu,’’ ungkapnya.

Berkat predikat tersebut, Niken berkesempatan maju di Kejurnas Tinju Elite Amatir 2018 di Lampung, Desember lalu. Sayangnya, mahasiswi STKIP Modern Ngawi ini gagal membawa pulang medali. Kiprahnya hanya sampai di babak perempat final. ‘’Lawannya dari Papua. Jangkauan pukulannya panjang banget,’’ ujarnya.

Meski begitu, kegagalan itu justru menjadi pelecut untuk latihan lebih keras lagi. Aspek bertinju yang berujung kekalahan dia perbaiki. Mulai menambah intensitas hitungan gerakan saat berlatih sampai sharing dengan rekan sesama atlet maupun pelatih. ‘’Latihannya seminggu tiga kali,’’ ungkap gadis asal Desa Karangasri, Ngawi, ini.

Niken kini meningkatkan berbagai menu latihan. Termasuk memoles stamina dengan lari sprint. Selain untuk ketahanan tubuh, ayunan kaki dengan kecepatan penuh itu berdampak pada kelincahan saat bertanding di atas ring. ‘’Lari juga penting untuk moving saat bertahan. Kalau menyerang saya lebih suka nge-jab,’’ sebutnya.

Sulung dua bersaudara pasangan Jami dan Kamidi ini tertarik tinju bermual saar melihat sejumlah atlet berlatih. Sebelumnya, Niken merupakan atlet wushu. Kebetulan, dua cabor itu menempati ruangan yang sama saat berlatih. ‘’Kok kelihatan keren waktu lihat cewek bisa main tinju. Akhirnya saya ikut latihan,’’ ujarnya.

Niken yang sedari kecil sudah berlatih wushu tidak begitu kesulitan saat mempelajari teknik-teknik bertinju. Jenis pukulan jab menjadi yang pertama dipelajarinya. Seiring berjalannya waktu, dia juga menguasai pukulan hook dan uppercut sesuai arahan pelatih.

Niken selalu menambah porsi latihan sampai tanpa jeda beberapa pekan menjelang pertandingan. Sedangkan dua hari sebelum bertanding cukup lari agar badan tidak kaku. ‘’Tentu capek, tapi kalau sudah suka ya enjoy saja menjalaninya,’’ ucapnya. ***(deni kurniawan/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here