Dari Produk Multimedia, Wahyu Effendi Merambah Usaha Photo Wood

69

Sejak empat tahun lalu Wahyu Effendi akrab dengan seni photo wood. Tekun mempelajari tutorial pembuatannya di internet, pria itu kini piawai memindahkan objek foto ke papan kayu hingga terlihat artistik dan bernilai jual tinggi.

———————

RUANG tamu rumah Wahyu Effendi di Jalan Sri Minulyo tampak disesaki papan kayu beragam ukuran. Uniknya, di permukaannya terdapat berbagai foto dengan tambahan kalimat ucapan selamat ulang tahun.

Sementara, di halaman belakang rumah, dua pria sibuk menghaluskan papan kayu. Tak jauh dari situ terlihat beberapa papan telah dilapisi cairan khusus hingga permukaannya tampak mengilap. ‘’Ini sedang mengerjakan pesanan dari Jakarta. Yang pesan temannya artis Irish Bella.  Minta diantar ke lokasi syuting,’’ kata Wahyu.

Sudah empat tahun Wahyu menekuni bisnis photo wood. Sebelumnya, pria 35 tahun itu lebih banyak berkutat dengan proyek berbasis multimedia seperti membuat company profil, iklan, sampai infografis untuk presentasi. ‘’Masih jalan, tapi sekarang lebih fokus ke kayu,’’ ujarnya.

Wahyu mengenal seni photo wood saat melihat tayangan di YouTube. Tertarik, dia lantas rajin memelototi tutorial pembuatannya di internet. Setelah itu, bereksperimen hingga menemukan metode yang pas agar foto yang tercetak terlihat jelas tanpa meninggalkan serat kayunya. ‘’Serat kayu itulah yang menambah kesan unik dan bernilai seni pada foto,’’ tuturnya.

Untuk menghemat biaya, saat bereksperimen itu dia menggunakan sebuah papan kayu hingga berkali-kali percobaan. ‘’Dua bulan saya uji coba. Paling lama meramu formula khusus yang membantu proses pemindaian foto ke kayu,’’ ungkapnya.

Setelah dinilai layak jual, Wahyu memposting hasil kreasinya ke Facebook  dan Instagram. Tak disangka, datang kru stasiun televisi swasta nasional yang meliput usahanya. Setelah publikasi tersebut, datang orderan dari Bandung. ‘’Waktu itu pesan 10 biji ukuran 40×60 dan 80×80 sentimenter,’’ kenangnya.

Meski begitu, pemasaran tidak serta merta lantas lancar. Suami Ninin Lia Herlina itu lalu berinisiatif gabung grup pencinta seni perkayuan di media sosial. Setelah memposting karyanya di grup itu, banyak member yang tertarik cara pembuatannya.

‘’Ada yang sampai datang ke rumah minta diajari,’’ ujarnya. ‘’Tapi, saya tidak menjelaskan sampai detail pembuatan formula khususnya, karena itu rahasia dapur,’’  imbuhnya.

Proses pembuatan photo wood terbilang sederhana. Papan kayu diampelas hingga halus. Kemudian, diberi cairan khusus hingga permukaannya mengilap. Masih dalam kondisi lembap,  lalu dilapisi cairan khusus. Baru setelah itu kertas foto ditempel di atas kayu. ‘’Kalau kualitas foto dan resolusinya bagus, hasilnya juga bagus,’’ sebut Wahyu.

Wahyu melayani pembuatan photo wood dengan beragam ukuran foto, mulai 5R sampai 24R plus. Dia juga menerima permintaan custom seperti pesanan dari Lanud Iswahjudi dengan ukuran 1,5 meter. ‘’Saya sudah punya agen di Bali. Banyak yang dibeli turis asing di sana,’’ paparnya.

Soal harga, dia menyesuaikan ukuran dan tingkat kerumitan. Semakin besar dan sulit proses pembuatannya, harganya kian mahal. Ukuran terkecil dibanderol Rp 70.000. Sedangkan yang paling mahal Rp 1 juta. ‘’Kebanyakan untuk kado pernikahan, ulang tahun, dan wisuda,’’ katanya. ***(dila rahmatika/isd/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here