Dari Prancis, Victor Habchy Keliling Dunia dengan Sepeda

40

Victor Habchy punya nyali tinggi. Bule asal Prancis itu berkeliling dunia dengan sepeda. Beberapa hari lalu dia sempat singgah sejenak di Kota Madiun dalam perjalanan menuju Bali.

POSTUR tinggi dan kulit putihnya membuat sosok Victor Habchy terlihat mencolok di antara pengunjung sebuah warung makanan Jalan Panglima Sudirman siang itu. Sambil ngobrol dengan sejumlah warga, bule Prancis itu menyantap gorengan yang tersaji di situ.

Sementara, sebuah sepeda jenis mountain bike (MTB) terparkir di depan warung. Di boncengan menggantung dua tas warna hijau berisi dan perlengkapan pribadi serta satu set peranti untuk memperbaiki sepeda. ‘’Kalau ada yang rusak saya perbaiki sendiri,’’ kata Victor

Victor memulai perjalanan keliling dunia dengan sepeda pada September 2018 lalu. Sampai ini sudah 10 negara di tiga benua –Eropa, Asia, dan Australia- yang disinggahi pria 27 tahun itu. Yakni, Yunani, Italia, Turki, Laos, Tiongkok, Singapura, Thailand, Australia, Malaysia, dan Indonesia.

Eksotisme Pulau Dewata membuat Victor memasukkan Indonesia dalam daftar negara yang dikunjungi. Sebelum sampai Kota Madiun, dia mengayuh sepeda dari Jakarta, Bandung, sampai akhirnya ke Jogjakarta dan Solo. ‘’Ini kali pertama saya ke Indonesia,’’ ujarnya.

Di mata Victor, cuaca Kota Madiun terbilang panas. Meski begitu, makanannya dinilai tidak kalah enaknya dengan kuliner daerah lain yang telah dia singgahi. ‘’Saya suka tempe, nasi goreng, dan bakso, enak sekali,’’ jelasnya.

Victor sengaja memilih sepeda untuk keliling dunia dengan alasan bisa bebas menjelajahi berbagai lokasi tanpa terikat waktu. ‘’Kalau naik transportasi masal seperti bus, atau pesawat harus menyesuaikan jadwal,’’ ucapnya sembari menyebut sepanjang perjalanan dari Prancis sampai Kota Madiun Victor tidak pernah sekalipun sakit.

Bagi Victor, sejauh ini pengalaman mengikuti pendakian alam di Tiongkok merupakan yang paling berkesan. ‘’Awalnya saya mengira tidak akan sanggup menaklukan gunung itu, ternyata bisa sampai puncak,’’ kenangnya. ***(isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here